Pemerintahan

Bupati Barito Utara Belajar ke Kota Malang, Bidik Peningkatan Layanan Kesehatan hingga Pengembangan Waterfront City

14
×

Bupati Barito Utara Belajar ke Kota Malang, Bidik Peningkatan Layanan Kesehatan hingga Pengembangan Waterfront City

Share this article
Bupati Barito Utara Belajar ke Kota Malang, Bidik Peningkatan Layanan Kesehatan hingga Pengembangan Waterfront City
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin bersama Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., dan jajaran kepala OPD kedua daerah saat berfoto bersama dalam kunjungan kerja di Kota Malang.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melakukan kunjungan kerja ke Kota Malang untuk mempelajari sejumlah program pembangunan daerah.

Kunjungan tersebut difokuskan pada pengembangan pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur perkotaan, hingga penyediaan air bersih yang dapat langsung diminum.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T., mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan melalui sebelas program unggulan yang telah disiapkan.

Hal itu disampaikan Shalahuddin saat berada di Kota Malang, Senin (2/11/2026). Ia menjelaskan, Kota Malang dipilih sebagai salah satu daerah pembanding karena memiliki sejumlah praktik pembangunan dan pelayanan publik yang dapat dipelajari untuk diterapkan di Barito Utara.

“Sekarang kami sedang gencar-gencarnya membangun Barito Utara. Kami memiliki sebelas program unggulan dan berupaya memastikan keberlanjutannya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor kesehatan. Kami ingin melihat bagaimana pelayanan rumah sakit di Kota Malang, sehingga nantinya bisa kami adopsi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah kami,” ujar Shalahuddin.

Menurutnya, kondisi fasilitas kesehatan di Barito Utara masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pengalaman pengelolaan rumah sakit di Kota Malang menjadi salah satu referensi untuk mendorong peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Kami masih memiliki rumah sakit dengan klasifikasi kelas C. Karena itu, kami ingin belajar dari Kota Malang, bagaimana pengelolaan rumah sakit dan sistem pelayanannya, agar ke depan pelayanan kesehatan di Barito Utara semakin baik,” jelasnya.

Selain kesehatan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Pemkab Barito Utara ingin mempelajari pola pengembangan pendidikan yang diterapkan Pemerintah Kota Malang, termasuk peluang kerja sama dengan perguruan tinggi.

“Kami juga melihat bidang pendidikan. Nanti akan kami pelajari program mana yang bisa diikuti dan disesuaikan dengan kondisi Barito Utara. Kami juga merencanakan kerja sama dengan Universitas Wijaya,” imbuhnya.

Di sektor infrastruktur, Shalahuddin menyebut penataan kota menjadi salah satu aspek yang ingin dipelajari. Menurutnya, pembangunan wilayah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan tata ruang dan potensi kawasan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Salah satu program yang menarik perhatian adalah pengembangan kawasan tepi sungai atau waterfront city. Ia menyebut Barito Utara memiliki sejumlah kawasan permukiman di pinggiran sungai yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata dan ruang publik.

“Kami melihat bagaimana Kota Malang menata kawasan dan mengembangkan tempat-tempat yang memiliki potensi wisata. Di Barito Utara juga ada kawasan di sepanjang sungai yang sudah kami kembangkan dengan konsep waterfront city. Ini menjadi bahan pembanding bagi kami untuk melihat bagaimana kawasan tersebut bisa terus dikembangkan,” terangnya.

Tak hanya itu, penyediaan air bersih juga masuk dalam agenda pembelajaran. Pemkab Barito Utara ingin mempelajari sistem penyediaan air minum yang memungkinkan masyarakat memperoleh air berkualitas dan dapat langsung dikonsumsi melalui fasilitas yang disediakan.

“Kami ingin melihat beberapa titik penyediaan air minum di Kota Malang yang airnya bisa langsung diminum. Termasuk bagaimana sistem pengelolaan air bersih melalui PDAM. Ini menjadi salah satu hal yang ingin kami pelajari,” tegasnya.

Shalahuddin menambahkan, kunjungan kerja tersebut juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) agar proses pembelajaran tidak hanya berhenti pada tingkat kepala daerah, tetapi dapat ditindaklanjuti secara teknis oleh masing-masing perangkat daerah.

“Rombongan kami melibatkan sekitar 14 OPD, di antaranya dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta perangkat daerah lainnya. Kami berada di Kota Malang sekitar dua sampai tiga hari untuk melihat langsung beberapa lokasi dan mempelajari program yang relevan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Shalahuddin juga menyinggung persoalan kebakaran dan dampak asap yang kerap terjadi di wilayahnya. Ia membandingkan karakteristik kebakaran di Barito Utara yang lebih banyak berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, dengan kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) di Kota Malang.

Menurutnya, luas wilayah terdampak kebakaran hutan di Barito Utara menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika asap menyebar hingga mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kalau di Kota Malang sumber asapnya dari kebakaran TPA, sedangkan di daerah kami lebih banyak dari kebakaran hutan. Wilayahnya cukup luas. Bahkan, asap bisa terlihat sepanjang lebih dari 20 kilometer. Karena itu, kami juga ingin belajar bagaimana penanganan dan pengendalian dampak kebakaran,” paparnya.

Shalahuddin mengungkapkan, kunjungan ke Kota Malang bukan kali pertama dilakukannya. Ia mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan Kota Malang karena pernah menempuh pendidikan di tempat yang sama dengan Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M.

“Kami ini sama-sama alumni, Pak Wali Kota tahun 1985, sedangkan saya angkatan 1990. Jadi ada kedekatan tersendiri dengan Kota Malang. Saya sudah beberapa kali datang ke sini dan melihat banyak hal yang bisa menjadi referensi pembangunan di Barito Utara,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menyambut baik kunjungan kerja Bupati Barito Utara bersama jajaran OPD tersebut. Ia menyebut Kota Malang terbuka untuk menjadi daerah pembanding sekaligus tempat berbagi pengalaman dalam pengembangan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap apa yang ada di Kota Malang bisa menjadi referensi dan bahan pembelajaran bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga pelayanan publik. Tentunya setiap daerah memiliki karakteristik masing-masing, sehingga program yang dipelajari bisa disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya,” ujar Wahyu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *