Olahraga

Disporapar Tantang 356 Atlet Kota Malang, Target Lima Besar Bukan Sekadar Angka

15
×

Disporapar Tantang 356 Atlet Kota Malang, Target Lima Besar Bukan Sekadar Angka

Share this article
Disporapar Tantang 356 Atlet Kota Malang, Target Lima Besar Bukan Sekadar Angka
Kepala Disporapar Kota Malang, Dr. Arif Tri Sastyawan, S.STP., M.Si., saat memberikan keterangan terkait target kontingen Kota Malang dalam ajang Popda ke-15 dan Peparda ke-3 Jawa Timur 2026.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Target menembus lima besar dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) ke-15 dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparda) ke-3 Jawa Timur 2026 menjadi tantangan bagi kontingen Kota Malang.

Sebanyak 356 atlet diterjunkan untuk membuktikan kemampuan sekaligus membawa pulang medali bagi Kota Malang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Dr. Arif Tri Sastyawan, S.STP., M.Si., Senin (2/11/2026).

Arif menegaskan, target peringkat lima bukan sekadar angka, melainkan sasaran prestasi yang harus diperjuangkan melalui kontribusi seluruh cabang olahraga (cabor). Karena itu, setiap atlet diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan merealisasikan target medali yang telah ditetapkan.

“Target kami di beberapa cabang olahraga ini sebenarnya berada di peringkat kelima. Mudah-mudahan bisa tercapai, karena kami mengharapkan seluruh target dari masing-masing cabor dapat terealisasi untuk meraih medali,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, dari total 356 atlet yang diberangkatkan, sebanyak 335 atlet memperkuat kontingen Popda ke-15, satu atlet mengikuti Peparda ke-3, dan 20 atlet lainnya bertanding pada cabang olahraga ekshibisi.

“Kontingen Popda ke-15 yang dikirimkan Kota Malang berjumlah 335 atlet. Kemudian untuk Peparda ke-3 sebanyak satu atlet dan cabang olahraga ekshibisi sebanyak 20 atlet. Sehingga total keseluruhan mencapai 356 atlet,” jelasnya.

Menurutnya, keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pembinaan dan pengembangan potensi atlet, khususnya di kalangan pelajar. Pemerintah berharap ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembuktian hasil pembinaan olahraga di Kota Malang.

Kota Malang sendiri mengikuti 27 cabang olahraga, meliputi akuatik, atletik, angkat besi, balap sepeda, bola voli indoor, judo, karate, kempo, menembak, MMA, selam, senam, sepak bola, ski air, taekwondo, bola voli pantai, bola basket, bulu tangkis, gulat, panahan, panjat tebing, petanque, pencak silat, tenis, tenis meja, tinju, dan futsal.

Sementara untuk cabang olahraga paralimpik, Kota Malang mengikuti para atletik. Adapun tiga cabang olahraga ekshibisi yang diikuti meliputi catur, gateball, dan muaythai.

Untuk mendukung pelaksanaan pertandingan, Disporapar juga mengirimkan 68 pelatih dan ofisial Popda serta satu orang pelatih dan ofisial Peparda.

“Kami berharap seluruh atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dukungan pelatih dan ofisial juga menjadi bagian penting agar para atlet bisa bertanding secara maksimal,” ungkap Arif.

Dari sisi perolehan medali, hingga Senin (2/11/2026), Kota Malang telah mengumpulkan tiga medali emas, tiga perak, dan lima perunggu. Cabang olahraga akuatik menjadi salah satu penyumbang prestasi setelah berhasil memenuhi target tiga medali emas.

“Target dari cabor akuatik sebanyak tiga emas, alhamdulillah sudah terpenuhi. Selanjutnya kami berharap target dari cabang olahraga lainnya juga bisa tercapai,” tegasnya.

Arif mengungkapkan, peluang penambahan medali emas masih terbuka. Sejumlah cabor yang menjadi perhatian di antaranya bola voli pantai, menembak, dan judo. Ketiganya dinilai memiliki potensi untuk menyumbangkan emas bagi Kota Malang.

“Kemarin kami menargetkan tiga cabor yang berpotensi emas, yakni bola voli pantai, menembak, dan judo. Kami berharap masing-masing bisa memaksimalkan peluang untuk mendapatkan hasil terbaik,” imbuhnya.

Tidak hanya mengejar medali, Pemkot Malang juga menyiapkan perhatian terhadap masa depan atlet berprestasi. Salah satunya melalui rencana pengusulan beasiswa pendidikan bagi atlet yang memenuhi ketentuan.

Arif mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap atlet yang telah berjuang membawa nama Kota Malang. Pemerintah juga membuka perhatian terhadap pemberian bonus bagi atlet berprestasi.

“Kami sudah menyampaikan bahwa atlet yang berkompetisi membawa nama Kota Malang akan kami usulkan untuk mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota Malang. Harapannya, biaya pendidikan mereka bisa terbantu sampai jenjang SMA maupun perguruan tinggi sesuai ketentuan. Selain itu, wali kota juga menyampaikan akan ada perhatian khusus dan bonus bagi atlet,” terangnya.

Ia meminta seluruh cabor tetap fokus dan tidak kehilangan semangat dalam menghadapi pertandingan. Menurutnya, target lima besar hanya bisa diwujudkan apabila seluruh atlet dan cabor bekerja maksimal serta mampu mengonversi peluang menjadi medali.

Pelaksanaan Popda dan Peparda Jawa Timur 2026 berlangsung di dua lokasi. Pertandingan di Surabaya digelar pada 29 Oktober hingga 5 November 2026, sedangkan di Kabupaten Ngawi berlangsung pada 4 hingga 11 November 2026.

“Kami berharap seluruh target dari masing-masing cabor bisa terealisasi. Jangan sampai peluang yang ada terlewatkan. Mari bersama-sama berjuang dan membawa nama Kota Malang agar target lima besar bisa tercapai,” pungkas Arif.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *