Olahraga

250 Pemain Berebut Tempat, Persema Bidik Juara dengan 70 Persen Talenta Lokal

7
×

250 Pemain Berebut Tempat, Persema Bidik Juara dengan 70 Persen Talenta Lokal

Share this article
250 Pemain Berebut Tempat, Persema Bidik Juara dengan 70 Persen Talenta Lokal
Pelatih Persema Malang, Mochamad Fahrudin, memberikan keterangan terkait seleksi sekitar 250 peserta untuk memperebutkan tempat di skuad Laskar Ken Arok di area Stadion Gajayana, Kota Malang.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Ambisi Persema Malang untuk kembali berjaya tak cukup hanya bermodal sejarah besar. Laskar Ken Arok kini mulai membangun kekuatan dari proses seleksi pemain.

Dari sekitar 250 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 28 pemain lapangan yang akan dipilih, dengan target sekitar 70 persen berasal dari talenta lokal. Persema juga menyiapkan empat penjaga gawang untuk melengkapi komposisi skuad.

Seleksi ketat ini menjadi langkah awal Persema dalam menyiapkan tim yang diharapkan mampu bersaing dan mengejar prestasi tertinggi pada kompetisi mendatang. Tim pelatih dituntut tidak sekadar mengumpulkan pemain, tetapi menemukan sosok yang benar-benar memiliki kualitas, pengalaman, dan kesiapan untuk membawa klub kebanggaan Kota Malang tersebut kembali diperhitungkan.

Pelatih Persema Malang, Mochamad Fahrudin, mengatakan proses seleksi masih berlangsung karena tim pelatih ingin memastikan setiap pemain yang terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim. Hal itu disampaikannya saat ditemui di area Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (25/10/2026).

“Seleksi masih berjalan sampai kami menemukan 28 pemain yang benar-benar siap. Kami ingin mendapatkan pemain yang memang sesuai dengan kebutuhan tim, bukan sekadar memenuhi jumlah pemain,” tegas Fahrudin.

Dari sekitar 250 peserta, persaingan untuk menembus skuad Persema terbilang ketat. Tim pelatih harus menyaring para kandidat berdasarkan kemampuan dan kebutuhan tim, bukan semata-mata karena mereka telah mengikuti seleksi.

Fahrudin mengakui, mencari pemain berkualitas bukan pekerjaan mudah. Karena itu, pencarian talenta tidak hanya dilakukan melalui peserta seleksi, tetapi juga dengan melibatkan jaringan pelatih untuk mendapatkan rekomendasi pemain potensial.

“Kami juga meminta bantuan teman-teman pelatih untuk merekomendasikan pemain yang bagus. CV dan pengalaman bertanding mereka kami pelajari. Kalau rekam jejaknya bagus, kami minta datang untuk melihat langsung kondisi terakhirnya,” jelasnya.

Menurut Fahrudin, rekam jejak menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum calon pemain dipanggil untuk menjalani penilaian langsung. Langkah tersebut diperlukan agar tim pelatih memiliki gambaran lebih utuh mengenai pengalaman dan kesiapan pemain sebelum menentukan keputusan perekrutan.

Persema juga menargetkan sekitar 70 persen pemain lapangan yang direkrut berasal dari talenta lokal. Target ini membuka peluang bagi pemain Malang dan sekitarnya untuk ikut menjadi bagian dari upaya membangun kembali kekuatan Laskar Ken Arok.

Namun, Fahrudin menegaskan bahwa proses pencarian pemain tetap harus mempertimbangkan kualitas. Pemain lokal memiliki peluang, tetapi mereka juga harus mampu memenuhi kriteria yang ditetapkan tim pelatih.

Di sisi lain, pelaksanaan seleksi sejauh ini disebut berjalan lancar. Kondisi kegiatan relatif aman dan sarana yang tersedia dinilai mendukung. Meski demikian, tim pelatih belum menghentikan proses seleksi karena masih mencari komposisi yang paling sesuai.

“Alhamdulillah, seleksi berjalan dengan baik. Semuanya aman dan sarana juga sangat mendukung. Seleksi masih berlanjut karena kami ingin menemukan pemain yang benar-benar siap,” ungkap Fahrudin.

Ia memperkirakan proses pencarian pemain dapat dituntaskan pada awal November 2026. Waktu tersebut menjadi perkiraan bagi tim pelatih untuk menyelesaikan tahapan seleksi, meski keputusan akhir tetap bergantung pada proses penilaian calon pemain.

Dalam pembentukan skuad, Persema menargetkan 28 pemain lapangan dan empat penjaga gawang. Komposisi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi tim untuk menjalani persiapan kompetisi dengan lebih terarah.

Bagi Persema, tantangan sesungguhnya bukan hanya menyaring 250 peserta menjadi puluhan pemain, melainkan membentuk tim yang mampu menjawab ekspektasi suporter. Sejarah dan nama besar klub harus diikuti kualitas permainan serta hasil nyata di lapangan.

Fahrudin menyebut manajemen memiliki semangat besar untuk mengembalikan kejayaan Persema. Upaya tersebut kini dimulai dari pembentukan skuad, dengan harapan pemain yang terpilih mampu menjadi bagian dari kebangkitan klub.

“Manajemen tahun ini sangat bersemangat untuk mengembalikan kejayaan Persema,” ujarnya.

Ambisi mengejar prestasi tertinggi tentu membutuhkan kerja lebih dari sekadar merekrut pemain. Seleksi yang tepat harus dilanjutkan dengan pembentukan kekompakan, persiapan yang matang, dan konsistensi tim saat kompetisi berlangsung.

Kini, Persema berpacu menyelesaikan perburuan pemain sebelum memasuki tahap persiapan berikutnya. Dari sekitar 250 peserta, hanya mereka yang dinilai memenuhi kebutuhan tim yang akan mendapatkan tempat. Target 70 persen pemain lokal menjadi salah satu arah pembentukan skuad, sedangkan tuntutan untuk tampil kompetitif menjadi ujian bagi manajemen dan tim pelatih.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *