JAKARTA, Sudutkota.id – Kesempatan anak perempuan untuk menekuni sepak bola sejak usia dini masih perlu diperluas. Program latihan grati bagi siswi sekolah dasar yang digelar Bali United Training Center di Gianyar, Bali, dinilai dapat menjadi model pembinaan untuk menyiapkan pesepak bola putri Indonesia.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati menyampaikan apresiasi saat Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI mengunjungi Bali United Training Center, Jumat (9/10/2026). Menurutnya, pembinaan sejak bangku sekolah dasar dapat membuka jalan bagi anak perempuan untuk mengembangkan bakat dan meniti karier di sepak bola.
“Saya apresiasi melihat apa yang dilakukan oleh Bali United, melatih anak-anak sekolah sejak SD dan ini anak-anak perempuan loh, keren banget ya Masya Allah,” ujar Kurniasih.
Ia berharap program tersebut dapat diterapkan di daerah lain yang memiliki fasilitas olahraga memadai. Dengan akses latihan sejak dini, kesempatan mengembangkan kemampuan sepak bola tidak hanya terpusat pada wilayah atau kelompok tertentu.
“Dan saya rasa ini bisa menjadi pilot project bagi daerah-daerah lain, yang memiliki area tanah seperti ini untuk mendidik putra-putri daerahnya,” tambahnya.
Anggota Komisi X DPR RI, Denny Cagur juga menilai pembinaan usia dini penting untuk menjaga regenerasi pesepak bola putri. Ia menyebut latihan rutin setiap Jumat di Bali United Training Center dapat menjadi salah satu jalur untuk menemukan dan mengembangkan bibit atlet baru.
“Ini sangat positif, mengingat kita bisa mendapatkan bibit-bibit muda, untuk pesepak bola putri, di mana kita perlu banget untuk regenerasi,” kata Denny.
Menurut Denny, pembinaan perlu disertai fasilitas yang memadai, perencanaan jangka panjang, dan kesempatan berkompetisi. Ia juga menyoroti seleksi tim kelompok usia 8–16 tahun yang digelar Bali United dengan melibatkan peserta dari berbagai negara sebagai ruang bagi pemain muda untuk mengukur kemampuan menghadapi lawan dengan latar kompetisi berbeda.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Komisi X untuk mendorong pengembangan olahraga usia dini melalui kolaborasi berbagai pihak. Keberlanjutan program latihan, pemerataan fasilitas, dan akses kompetisi menjadi faktor penting agar anak perempuan memiliki kesempatan berkembang hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.





















