Daerah

BPK Jatim Ungkap Tiga Museum di Malang Raya Masuk Radar Revitalisasi Pemerintah

20
×

BPK Jatim Ungkap Tiga Museum di Malang Raya Masuk Radar Revitalisasi Pemerintah

Share this article
BPK Jatim Ungkap Tiga Museum di Malang Raya Masuk Radar Revitalisasi Pemerintah
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur, Endah Budi Hariani, saat memberikan keterangan kepada awak media.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Upaya pemerintah pusat membenahi sektor kebudayaan mulai bergerak serius.

Tiga museum di kawasan Malang Raya dipastikan masuk dalam radar revitalisasi pemerintah sebagai bagian dari program nasional pembenahan museum dan keraton di Indonesia.

Program tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali fungsi museum sebagai ruang edukasi, wisata sejarah, sekaligus penguat identitas budaya bangsa.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur, Endah Budi Hariani, mengungkapkan bahwa revitalisasi museum merupakan arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan atas instruksi Presiden RI guna meningkatkan kualitas museum di berbagai daerah.

“Pak Menteri atas arahan Presiden meminta agar di Indonesia dilakukan revitalisasi museum dan keraton. Ini agar museum menjadi lebih baik dan memiliki fungsi edukasi yang lebih kuat,” ujar Endah saat ditemui awak media, Rabu (21/5/2026).

Menurutnya, di Jawa Timur terdapat sekitar 20 museum dan satu keraton yang masuk dalam rencana revitalisasi nasional. Dari jumlah tersebut, Malang Raya menjadi salah satu wilayah yang memperoleh perhatian khusus dengan masuknya tiga museum dalam daftar pembahasan revitalisasi.

Ketiga museum tersebut yakni Museum Empu Purwa di Kota Malang, Museum Pendidikan Indonesia, serta Museum Singhasari di Kabupaten Malang.

“Kalau di Malang Raya ada tiga museum, yakni Museum Empu Purwa, Museum Pendidikan, dan Museum Singosari. Saat ini masih dalam pembahasan bersama pemerintah pusat terkait penganggaran,” jelasnya.

Endah mengatakan, saat ini proses revitalisasi masih berada pada tahap pembahasan bersama Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Meski belum sepenuhnya final, pihaknya optimistis pelaksanaan revitalisasi bisa mulai dilakukan pada tahun ini apabila proses persetujuan berjalan lancar.

“Insya Allah tahun ini. Kalau nanti sudah di-ACC dan pembahasannya selesai, kemungkinan paling cepat mulai Juli,” katanya.

Namun demikian, Endah belum dapat memastikan besaran nilai anggaran yang akan dikucurkan pemerintah pusat lantaran seluruh proses masih berjalan.

“Kalau anggaran saya belum bisa bicara karena masih pembahasan. Kita doakan semoga nanti lolos dan bisa langsung dilaksanakan,” imbuhnya.

Tak hanya memperbaiki bangunan fisik, revitalisasi museum nantinya akan dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah berencana melakukan pembenahan pada tata ruang, sistem tata pamer, pengelolaan koleksi, hingga pembaruan narasi sejarah agar lebih relevan dengan perkembangan zaman dan menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda.

“Bukan hanya bangunannya saja, tetapi tata pamer, isi koleksi, sampai narasinya juga akan diperbaiki supaya lebih sesuai dengan kondisi saat ini dan lebih mudah dipahami masyarakat,” terang Endah.

Ia menegaskan museum harus mampu menjadi ruang edukasi yang hidup, bukan sekadar tempat penyimpanan benda-benda bersejarah. Menurutnya, setiap koleksi museum memiliki nilai sejarah penting yang dapat menjadi sarana pembelajaran masyarakat mengenai perjalanan bangsa.

“Museum itu ruang edukasi dan ruang kebangsaan. Setiap benda koleksi memiliki sejarahnya masing-masing, sehingga bisa menjadi tempat belajar masyarakat tentang identitas bangsa,” ujarnya.

Saat ini pemerintah mencatat terdapat sekitar 516 museum di Indonesia yang masuk dalam data kebudayaan nasional. Namun, kualitas pengelolaan museum di berbagai daerah dinilai masih belum merata. Karena itu, revitalisasi menjadi langkah penting agar museum tetap relevan, lebih interaktif, dan tidak ditinggalkan masyarakat.

Di Malang Raya sendiri, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, mulai keterbatasan lahan, tata ruang, hingga optimalisasi fungsi ruang pamer. Meski demikian, Endah memastikan seluruh potensi yang ada akan dimaksimalkan sesuai kondisi di lapangan.

“Memang ada evaluasi dari kondisi existing, termasuk luas wilayah dan lahan. Tetapi nanti akan dimaksimalkan sesuai kondisi yang ada,” tandasnya.

Jika terealisasi tahun ini, revitalisasi tiga museum di Malang Raya diperkirakan akan membawa perubahan besar dalam pengelolaan museum. Wajah museum diharapkan tak lagi terkesan kuno dan sepi pengunjung, melainkan menjadi pusat edukasi sejarah yang modern, nyaman, serta menarik bagi masyarakat dan wisatawan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *