Daerah

Segudang Potensi Budaya Kota Malang Siap Digenjot, Ali Muthohirin Bicara Ekosistem Kreatif

12
×

Segudang Potensi Budaya Kota Malang Siap Digenjot, Ali Muthohirin Bicara Ekosistem Kreatif

Share this article
Segudang Potensi Budaya Kota Malang Siap Digenjot, Ali Muthohirin Bicara Ekosistem Kreatif
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin memaparkan potensi unggulan kebudayaan Kota Malang dan penguatan ekosistem kreatif dalam forum pemajuan kebudayaan, Rabu (21/5/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idWakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin menegaskan bahwa Kota Malang memiliki segudang potensi budaya yang siap dikembangkan menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan daerah, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Hal tersebut disampaikan Ali saat memaparkan strategi penguatan ekosistem kebudayaan Kota Malang, Rabu (21/5/2026).

Menurut Ali, kekayaan budaya Kota Malang tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga merupakan modal besar dalam membangun kota kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Kota Malang memiliki segudang potensi unggulan penunjang pemajuan kebudayaan. Potensi ini harus terus dijaga, diperkuat dan dikembangkan agar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ali Muthohirin.

Ali menjelaskan, Kota Malang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan, perdagangan dan jasa. Namun di balik itu, Kota Malang juga memiliki kekuatan besar di sektor kebudayaan yang telah berkembang sejak masa Kerajaan Kanjuruhan sekitar abad ke-8 Masehi hingga era modern saat ini.

Ia menyebut, kekayaan budaya Kota Malang menjadi rekam jejak sejarah sekaligus sumber daya kreatif yang memperkuat identitas kota. Bahkan, Kota Malang kini telah dikenal sebagai salah satu kota kreatif dunia di bidang Media Arts, yang membuka peluang besar bagi pengembangan seni dan budaya berbasis teknologi serta kreativitas generasi muda.

Dalam paparannya, Ali membeberkan berbagai potensi unggulan kebudayaan yang dimiliki Kota Malang. Mulai dari 125 cagar budaya, ratusan pelaku kesenian tradisional, puluhan tokoh seni budaya, hingga keberadaan 19 permainan tradisional dan lima olahraga tradisional yang masih lestari di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, Kota Malang juga memiliki 12 teknologi tradisional, 19 pengetahuan tradisional, serta ritual budaya lokal seperti Ritus Bayon, Raben, Kepaten hingga Bersih Desa yang masih menjadi bagian kehidupan masyarakat.

Di sektor pendidikan, dukungan terhadap pelestarian budaya juga dinilai cukup kuat. Sedikitnya terdapat 30 SMP Negeri di Kota Malang yang mengakomodasi kegiatan ekstrakurikuler seni budaya, mulai tari, banjari, musik, teater, paduan suara, modern dance hingga karawitan. Selain itu terdapat 13 jurusan atau program studi bidang budaya yang turut menopang lahirnya generasi pelaku seni dan budaya.

“Budaya harus dipandang sebagai sesuatu yang dinamis. Tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dimajukan melalui inovasi agar bisa berkembang mengikuti perubahan zaman,” ungkapnya.

Untuk itu, Pemerintah Kota Malang kini tengah membangun ekosistem perlindungan kebudayaan dalam bingkai Malang Kota Kreatif melalui sinergi lintas sektor. Konsep tersebut menggabungkan unsur talenta, budaya, dan teknologi sebagai fondasi pembangunan kota berbasis kreativitas.

Sebagai bentuk konkret, Pemkot Malang juga merancang program wisata, edukasi dan 1.000 event yang akan menjadi ekosistem budaya berkelanjutan. Program tersebut telah masuk dalam substansi RPJMD Kota Malang 2025–2029 dan dirancang untuk mewadahi berbagai potensi seni, budaya, ekonomi kreatif hingga olahraga masyarakat.

Berbagai ruang publik seperti kampung tematik, gedung kesenian, taman kota, kampus hingga ruang komunitas nantinya akan dihidupkan sebagai ruang berekspresi sekaligus memperkuat geliat ekonomi kreatif masyarakat.

Ali menambahkan, generasi muda juga harus mengambil peran penting dalam pelestarian budaya lokal. Menurutnya, anak muda tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga harus tampil sebagai inovator dan penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Di sisi lain, kondisi makro Kota Malang tahun 2025 juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,55, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,92 persen, angka kemiskinan turun menjadi 3,85 persen, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Dengan berbagai capaian tersebut, Ali optimistis Kota Malang mampu berkembang sebagai kota budaya modern yang tetap berpijak pada sejarah dan kearifan lokal, sekaligus menjadi pusat kreativitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *