Daerah

Ali Muthohirin Beberkan Kisah Hidupnya, Tegaskan Pendidikan Mampu Mengalahkan Kemiskinan

21
×

Ali Muthohirin Beberkan Kisah Hidupnya, Tegaskan Pendidikan Mampu Mengalahkan Kemiskinan

Share this article
Ali Muthohirin Beberkan Kisah Hidupnya, Tegaskan Pendidikan Mampu Mengalahkan Kemiskinan
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri acara Sayonara Taruna Bhakti di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang, Jumat (7/8/2026).(Foto:sudutkota.id/Andik Agus Demit)

Sudutkota.idWakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus memotivasi ratusan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang saat menghadiri acara Sayonara Taruna Bhakti di Jalan Raya Tlogowaru No. 3, Kecamatan Kedungkandang, Jumat (7/8/2026).

Di hadapan para siswa, guru, tenaga pendidik, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta puluhan Taruna Bhakti, Ali tidak hanya berbicara mengenai pentingnya pendidikan, tetapi juga membuka lembaran perjalanan hidupnya yang penuh keterbatasan.

Ia mengaku berasal dari keluarga buruh tani yang hidup dalam kondisi serba sederhana. Masa kecilnya jauh dari kehidupan yang nyaman. Rumah yang ditempatinya masih berdinding bambu, bocor saat hujan, dan keluarganya bahkan tidak memiliki kamar mandi sendiri.

“Saya lahir dari keluarga buruh tani. Sampai kelas dua SMP rumah saya masih dari bambu. Kalau hujan bocor, kalau angin kencang masuk dari sela-sela dinding. Kami juga tidak punya kamar mandi sendiri, sehingga harus menggunakan fasilitas di sekitar musala. Kondisi itu saya alami sendiri,” ujar Ali.

Pengalaman tersebut, lanjutnya, bukan untuk dikasihani, melainkan menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah mengejar cita-cita.

“Justru dari kondisi itulah saya belajar bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah nasib. Pendidikan bukan hanya mengangkat kehidupan seseorang, tetapi juga mampu mengubah masa depan keluarga bahkan masa depan bangsa,” tegasnya.

Ali mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata keberpihakan negara terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, program yang menjadi prioritas Presiden itu membuka kesempatan yang sama bagi setiap anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya.

Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan dasar siswa telah dipenuhi negara, mulai dari biaya pendidikan, seragam, tempat tinggal, makanan, hingga fasilitas belajar.

“Negara sudah hadir dengan memberikan kesempatan yang luar biasa. Semua kebutuhan belajar dipenuhi. Tinggal bagaimana anak-anak memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin belum tentu dimiliki oleh semua orang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ali juga menyampaikan apresiasi kepada Serma Haryanto bersama para Taruna Bhakti yang selama sepekan memberikan pendampingan kepada siswa SRMP 16 Kota Malang. Program itu dinilai memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan pembinaan tentang kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, gotong royong, wawasan kebangsaan, hingga penguatan karakter.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Taruna Bhakti yang telah berbagi pengalaman kepada anak-anak kami. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut. Bahkan kalau memungkinkan bukan hanya satu minggu, tetapi dua minggu atau satu bulan agar pembentukan karakter anak semakin kuat,” ujarnya.

Ali menilai pendidikan karakter menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Hari ini semua orang bisa mendapatkan ilmu dari internet dan teknologi. Tetapi yang membedakan seseorang bukan hanya pengetahuannya, melainkan karakter, integritas, kedisiplinan, kejujuran, rasa tanggung jawab, dan kecintaan kepada bangsa. Itu tidak bisa didapat secara instan, tetapi harus dibangun melalui pembiasaan,” jelasnya.

Ia pun mengaku terkesan melihat perubahan sikap para siswa selama mengikuti pembinaan Taruna Bhakti. Salah satunya ketika terjadi gangguan teknis saat lagu Indonesia Raya diperdengarkan dalam acara tersebut. Para siswa dengan sigap mengambil sikap hormat tanpa harus menunggu instruksi.

“Bagi saya itu contoh kecil tetapi sangat bermakna. Mereka cepat merespons, menunjukkan rasa hormat kepada simbol negara. Itu artinya nilai-nilai kebangsaan mulai tertanam. Hal-hal sederhana seperti itu yang nantinya akan membentuk karakter kuat dalam kehidupan mereka,” katanya.

Ali juga mengingatkan para siswa agar tidak pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga prasejahtera. Menurutnya, kondisi ekonomi bukan ukuran kemampuan seseorang untuk berhasil.

“Kalian mungkin berasal dari keluarga yang sederhana, sama seperti saya dulu. Tetapi jangan pernah minder. Kita memang tidak bisa memilih lahir dari keluarga seperti apa, tetapi kita bisa memilih akan menjadi seperti apa di masa depan. Masa depan itu ditentukan oleh semangat belajar, kerja keras, dan kemauan untuk terus berjuang,” ujarnya.

Lebih jauh, Ali berharap para siswa yang saat ini mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, jiwa kepemimpinan, serta semangat mengabdi kepada masyarakat dan negara. Ia bahkan berharap pengalaman bersama Taruna Bhakti dapat memotivasi sebagian siswa untuk bercita-cita menjadi anggota TNI, Polri, maupun profesi lain yang bermanfaat bagi bangsa.

Di akhir sambutannya, Ali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Malang untuk terus mendukung pengembangan Sekolah Rakyat. Saat ini Pemkot masih menyiapkan lahan yang akan diajukan kepada pemerintah pusat sebagai lokasi pembangunan sekolah berikutnya agar semakin banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.

“Kami masih memiliki pekerjaan rumah menyiapkan lahan sesuai ketentuan pemerintah pusat. Harapan kami, Sekolah Rakyat bisa terus berkembang sehingga semakin banyak anak Kota Malang yang memperoleh pendidikan yang layak. Jangan sampai ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan harus menjadi jembatan untuk memutus rantai kemiskinan dan mewujudkan cita-cita mereka,” pungkas Ali.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *