Pendidikan

Tim Amerta Pertiwi Unair Masuk 4 Besar Nasional Genera-Z Berbakti 2026 Lewat Inovasi Desa Wisata Patak Banteng

18
×

Tim Amerta Pertiwi Unair Masuk 4 Besar Nasional Genera-Z Berbakti 2026 Lewat Inovasi Desa Wisata Patak Banteng

Share this article
Tim Amerta Pertiwi Unair Masuk 4 Besar Nasional Genera-Z Berbakti 2026 Lewat Inovasi Desa Wisata Patak Banteng
Mahasiswa Unair saat mengikuti Bakti BCA.(foto:sudutkota.id/Humas Unair)

Sudutkota.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga. Tim bernama Amerta Pertiwi berhasil masuk 4 besar nasional dalam ajang Genera-Z Berbakti 2026 yang digelar Bakti BCA.

Kompetisi program pengabdian masyarakat tingkat nasional ini berlangsung sejak 21 Juni hingga 26 Juli 2026. Fokusnya adalah adu gagasan terbaik untuk pengembangan Desa Wisata binaan BCA.

Tim Amerta Pertiwi Unair beranggotakan Usamah dari FST 2024, Muhammad Adib dari FIKKIA 2023, dan Regina Saraswati dari FIKKIA 2024. Mereka harus mengimplementasikan proposalnya di Desa Wisata Patak Banteng, Wonosobo, lalu bersaing dengan 4 tim dari universitas lain.

Desa Patak Banteng dipilih karena potensinya sebagai jalur pendakian ke Gunung Prau. Ekonomi warga bergerak cepat, namun masih ada sejumlah persoalan mendasar.

“Patak Banteng ramai karena jadi akses ke Gunung Prau. Tapi ada masalah krusial seperti sampah, stunting karena pola asuh, pemadaman listrik, dan serangan virus di lahan pertanian warga,” ungkap Usamah selaku ketua tim, Kamis (23/7/2026).

Berangkat dari kondisi itu, Amerta Pertiwi merancang tiga program utama:

1. Rumah Inovasi

Fokus pada pencegahan stunting dan pemberdayaan perempuan melalui kader Srikandi. Tujuannya menguatkan peran ibu dalam pemenuhan gizi dan pengasuhan anak.

2. Rumah Kompos

Edukasi pemilahan sampah dan revitalisasi lingkungan. Program ini mengajak warga mengelola sampah organik menjadi kompos bernilai ekonomi.

3. Rumah Bibit

Berbasis agrowisata. Di dalamnya dikembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Piko-Hidro atau PLTPH untuk membantu mengatasi keterbatasan listrik, sekaligus mendukung pertanian warga.

Untuk menjalankan program, tim menggandeng Kelompok Sadar Wisata dan Ranger lokal untuk sektor agrowisata dan lingkungan. Di bidang kesehatan, mereka berkolaborasi dengan kader posyandu. Sementara pemerintah desa dan tim operasional turut mendukung di bidang lingkungan.

Perjalanan ke 4 besar tidak mudah. Selama kompetisi, seluruh aktivitas tim didokumentasikan untuk tayangan inspiratif.

“Banyak proses kami yang direkam. Jadi akhir-akhir ini banyak video kami yang tegang bahkan sampai menangis di depan panggung,” cerita Usamah.

Meski penuh tekanan, ia berharap program ini benar-benar bisa diwujudkan di Patak Banteng. Sekaligus menjadi langkah awal Unair untuk terus berkontribusi di Genera-Z Berbakti.

“Kami berharap ini jadi jalan pembuka. Semoga ke depan ada tim Unair lain yang bisa melanjutkan jejak kami,” harapnya.

Usamah juga berpesan bahwa semangat pengabdian dimulai dari diri sendiri.

“Pengabdian itu awalnya dari kita dulu. Terus belajar di mana pun kita berada,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *