Pendidikan

BINUS Buka Program Artificial Intelligence di Bekasi, Bidik Kebutuhan Talenta Digital Indonesia

13
×

BINUS Buka Program Artificial Intelligence di Bekasi, Bidik Kebutuhan Talenta Digital Indonesia

Share this article
BINUS Buka Program Artificial Intelligence di Bekasi, Bidik Kebutuhan Talenta Digital Indonesia
BINUS University resmi memperluas Program Artificial Intelligence melalui BINUS @Bekasi untuk memperkuat kesiapan talenta muda menghadapi kebutuhan industri berbasis teknologi.(Foto:sudutkota.id/Humas BINUS)

JAKARTA, Sudutkota.id – Kebutuhan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan perkembangan artificial intelligence (AI) mendorong BINUS University memperluas pendidikan teknologi tersebut ke wilayah Bekasi. Program Artificial Intelligence resmi diluncurkan di BINUS @Bekasi, pada Minggu (5/9/2026).

Program ini diarahkan untuk menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin membutuhkan talenta dengan kemampuan teknis sekaligus kemampuan berpikir kritis dan memahami kebutuhan bisnis.

Kementerian Komunikasi dan Digital memproyeksikan Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030. Namun, masih terdapat kesenjangan sekitar 3 juta talenta yang perlu dipenuhi. Di saat yang sama, pemanfaatan AI di dunia kerja juga berkembang semakin cepat.

Microsoft Work Trend Index 2026 mencatat 33 persen pekerja di Indonesia telah masuk kategori pengguna AI tingkat lanjut. Angka tersebut lebih dari dua kali rata-rata global yang berada di level 16 persen.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan perluasan Program Artificial Intelligence menjadi bagian dari upaya membuka akses lebih luas bagi generasi muda untuk menguasai teknologi yang semakin berpengaruh terhadap dunia kerja.

“Perluasan program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Nelly.

Kehadiran program tersebut di BINUS @Bekasi juga disesuaikan dengan karakter wilayah yang memiliki ekosistem industri, bisnis, layanan, dan teknologi yang berkembang. Sebagai Business, Service, and Technology Campus, BINUS @Bekasi mendorong mahasiswa menghubungkan kemampuan teknologi dengan kebutuhan nyata di lingkungan sekitar.

Direktur Kampus BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, S.E., Ak., M.Buss (Acc)., Ph.D., CA, CFE, mengatakan lingkungan industri dan bisnis di Bekasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat penerapan AI secara langsung.

“Bekasi memiliki ekosistem industri, bisnis, dan layanan yang berkembang sangat dinamis. Kehadiran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi menjadi relevan karena mahasiswa dapat mempelajari bagaimana teknologi diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekitarnya,” ujar Prof. Gatot.

Dari sisi akademik, mahasiswa akan mempelajari sejumlah bidang yang mencakup matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, Internet of Things, hingga robotics. Pembelajaran tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis, tetapi juga evaluasi hasil AI dan penerapannya secara etis serta bertanggung jawab.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., menilai kemampuan bekerja bersama AI menjadi tantangan penting bagi generasi muda. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar tidak sekadar bergantung pada hasil yang diberikan teknologi.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI,” jelas Prof. Derwin.

Kebutuhan tersebut juga tercermin dalam temuan Microsoft Work Trend Index 2026. Sebanyak 62 persen responden di Indonesia menilai kemampuan berpikir kritis semakin penting di era AI, sedangkan 60 persen menilai kemampuan melakukan kontrol kualitas terhadap hasil AI menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Senior Data Scientist & AI Consultant, Cloud Solutions Department, Lintasarta Cloudeka, Nicholas Dominic, menilai keterhubungan antara pendidikan tinggi dan industri semakin penting seiring perubahan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Talenta AI, menurutnya, perlu memahami persoalan bisnis, membaca data secara kritis, berkolaborasi, dan menerjemahkan teknologi menjadi solusi.

Sementara itu, alumni BINUS University yang kini berkarier sebagai Solution Architect di Alibaba, Sanny Jovita, menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi. Menurutnya, perubahan teknologi yang cepat membuat mahasiswa perlu membangun kebiasaan belajar berkelanjutan serta mampu menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata di dunia profesional.

Melalui Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi, BINUS University menempatkan penguasaan AI tidak hanya sebagai kemampuan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan talenta yang mampu memahami persoalan, mengevaluasi penggunaan teknologi, dan menghasilkan solusi yang relevan bagi industri maupun masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *