Pendidikan

MAN IC Sumedang Hampir Rampung, Atalia Dorong Kuota Afirmasi untuk Warga Lokal

11
×

MAN IC Sumedang Hampir Rampung, Atalia Dorong Kuota Afirmasi untuk Warga Lokal

Share this article
MAN IC Sumedang Hampir Rampung, Atalia Dorong Kuota Afirmasi untuk Warga Lokal
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang,(Foto:sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Pembangunan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang, Jawa Barat, memasuki tahap akhir dengan progres sekitar 80 hingga 90 persen. Namun, penyelesaian fisik bukan satu-satunya pekerjaan yang perlu dipastikan pemerintah sebelum madrasah unggulan tersebut beroperasi.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya meminta pembangunan MAN IC Sumedang segera dituntaskan sekaligus diikuti kebijakan yang memastikan masyarakat sekitar ikut memperoleh manfaat dari keberadaan fasilitas pendidikan tersebut.

“Yang pertama tentu percepatan, bagaimana agar sekolah ini bisa segera digunakan dengan baik. Tadi progresnya cukup baik, sekitar 80 sampai 90 persen. Artinya, dalam hitungan bulan mudah-mudahan bisa selesai,” ujar Atalia melalui rilis saat kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke MAN IC Sumedang, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026).

Menurut politikus Fraksi Golkar tersebut, pemerintah perlu memikirkan akses masyarakat lokal ketika sekolah mulai menerima peserta didik. Ia secara khusus mendorong adanya kuota afirmasi bagi putra-putri Kabupaten Sumedang.

“Kita berharap untuk berikutnya, kita harus mendorong terkait dengan kuota afirmasi, khusus untuk kuota lokal bagi keluarga Sumedang sendiri,” katanya.

Dorongan tersebut menjadi perhatian karena pembangunan sekolah unggulan di suatu daerah semestinya tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan berkualitas, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitarnya. Atalia menilai keberadaan MAN IC harus dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Sumedang, terutama dalam akses pendidikan.

Ia menyebut MAN IC memiliki peran strategis karena pendidikan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Saat ini, terdapat 25 MAN IC yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk MAN IC Sumedang yang menjadi bagian dari pengembangan madrasah unggulan di Jawa Barat.

“Atas nama negara, kita hadir melalui Kementerian Agama. Kita tahu bahwa hari ini, Masya Allah, berat bagi para orang tua dan guru bagaimana menghadapi anak-anak zaman sekarang. Tetapi kita tentu berharap mereka tetap bisa menjadi anak-anak yang berakhlakul karimah,” ujar Atalia.

Selain persoalan akses, Atalia menyoroti hal yang tampak sederhana tetapi penting ketika sekolah mulai beroperasi, yakni kemudahan masyarakat menemukan informasi mengenai MAN IC Sumedang.

Ia mengaku sempat mencari lokasi sekolah tersebut melalui layanan peta digital. Namun, informasi yang muncul belum menunjukkan keberadaan MAN IC secara jelas dan hanya mengarah pada lokasi desa.

“Tadi saya mencoba mencari di Maps, belum ditemukan. Hanya ditemukan desanya saja. Mungkin jika sudah siap digunakan bisa segera di-update agar memudahkan seluruh masyarakat,” tuturnya.

Atalia berharap penyelesaian pembangunan MAN IC Sumedang tidak berhenti pada rampungnya gedung dan fasilitas. Pemerintah juga perlu memastikan sekolah tersebut mudah diakses, dikenal masyarakat, serta memberikan ruang yang proporsional bagi anak-anak dari daerah tempat fasilitas pendidikan itu dibangun.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *