KOTA KEDIRI, Sudutkota.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat komitmen menghadirkan satuan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, ramah anak, dan inklusif.
Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong pembelajaran yang lebih bermakna melalui penerapan konsep deep learning atau pembelajaran mendalam.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pendampingan implementasi sekolah sehat dan sekolah ramah anak berbasis pembelajaran mendalam yang diinisiasi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Program tersebut menyasar 30 lembaga pendidikan terpilih di Kota Kediri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, mengatakan pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kediri memastikan konsep sekolah sehat dan ramah anak dapat diterapkan secara nyata di satuan pendidikan.
“Program ini menyasar tiga puluh lembaga pendidikan yang terpilih untuk mendapatkan pendampingan. Setelah mengikuti bimbingan teknis, lembaga-lembaga tersebut memiliki kewajiban untuk melakukan pengimbasan kepada lembaga pendidikan lainnya, terutama terkait praktik baik penerapan sekolah sehat, ramah anak, aman dan nyaman dalam rangka pembelajaran mendalam,” jelas Mandung, Senin (31/8).
Menurutnya, pembelajaran mendalam menjadi penting karena tidak hanya menitikberatkan pada penyampaian materi, tetapi juga bagaimana peserta didik dapat memahami materi secara lebih mendalam, menyenangkan, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembelajaran di kelas tidak hanya sekadar menyampaikan materi. Bagaimana materi itu disampaikan secara mendalam, menyenangkan, dan penuh nilai yang bisa diberikan kepada siswa. Ini yang harus kita dorong,” ujarnya.
Dalam penerapannya, pembelajaran mendalam dapat didukung melalui berbagai pendekatan, salah satunya STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics). Pendekatan tersebut memungkinkan guru mengintegrasikan berbagai aspek pembelajaran dalam satu tema sehingga pengalaman belajar peserta didik menjadi lebih utuh dan kontekstual.
Mandung menambahkan, Pemkot Kediri berharap implementasi pembelajaran mendalam dapat dilakukan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan. Karena itu, pendampingan yang diinisiasi UNP Kediri dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sekolah dan tenaga pendidik.
Sementara itu, Kaprodi PG PAUD UNP Kediri, Anik Lestariningrum, menjelaskan pendampingan telah berlangsung sekitar satu bulan secara intensif. Komunikasi antara tim pendamping dengan satuan pendidikan peserta juga dilakukan melalui grup WhatsApp.
“Tujuan kami adalah mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Jadi tidak hanya sekadar pembelajaran di PAUD yang menyenangkan dengan ice breaking, tepuk tangan atau bernyanyi. Lebih dari itu, kami ingin menyiapkan sekolah yang benar-benar memiliki standar yang layak untuk anak, mulai dari kriteria sehat, aman, nyaman, inklusif, sampai pada pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan,” terang Anik.
Sebagai bagian dari pendampingan, peserta juga menunjukkan praktik baik yang telah diterapkan di masing-masing satuan pendidikan. Praktik tersebut dituangkan dalam video dengan dua kategori, yakni Inspirasi Guru PAUD dan Best Practice Implementasi Sekolah Sehat dan Sekolah Ramah Anak Berbasis Deep Learning.
Puncak pendampingan digelar Senin (31/8), dengan agenda bimbingan teknis, penyampaian materi oleh narasumber, serta pemberian penghargaan kepada peserta terpilih atas praktik baik yang telah dilakukan.
Anik menegaskan, keberhasilan pembelajaran mendalam maupun penerapan sekolah sehat dan ramah anak membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Tidak hanya guru dan kepala sekolah, tetapi juga orang tua, masyarakat, serta perangkat daerah terkait.
“Di dalam salah satu indikator pembelajaran mendalam terdapat bagaimana kemitraan harus terjalin. Hal tersebut juga menjadi bagian dari indikator sekolah sehat dan sekolah ramah anak. Jadi ketika guru dan kepala sekolah tidak mampu sendiri, ada wali murid, masyarakat, dan dinas terkait yang bisa digandeng,” jelasnya.
Untuk mengetahui efektivitas pendampingan, tim melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap materi serta proses pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80 persen peserta telah memahami konsep sekolah sehat dan sekolah ramah anak berbasis pembelajaran mendalam.
Melalui program tersebut, Pemkot Kediri mendorong agar praktik baik yang lahir dari 30 lembaga pendidikan peserta tidak berhenti di masing-masing sekolah. Praktik tersebut diharapkan dapat terus diimbaskan sehingga semakin banyak satuan pendidikan di Kota Kediri mampu menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, aman, ramah anak, inklusif, dan bermakna.





















