Daerah

Soal Dana Talangan, Persetujuan Dewan Diputuskan Kamis, Diketahui 190 Daerah Juga Ajukan Pinjaman

21
×

Soal Dana Talangan, Persetujuan Dewan Diputuskan Kamis, Diketahui 190 Daerah Juga Ajukan Pinjaman

Share this article
Soal Dana Talangan, Persetujuan Dewan Diputuskan Kamis, Diketahui 190 Daerah Juga Ajukan Pinjaman
DPRD Jember menggelar rapat banggar bersama eksekutif membahas soal dana pinjaman pusat, Rabu (12/8/2026).(Foto:sudutkota.id/Winardi NP)

Sudutkota.id – Kepastian keputusan DPRD Jember apakah menyetujui atau tidak rencana eksekutif mengajukan dana talangan atau pinjaman sebesar Rp 786 Miliar ke pemerintah pusat, bakal diputuskan Kamis, (13/8/2026).

Hal tersebut terkuak saat eksekutif dan legislatif menggelar rapat banggar bersama tim anggaran Pemkab Jember melibatkan jajaran OPD terkait, Rabu (12/8/2026).

“Keputusan persetujuan DPRD Jember apakah setuju atau tidak dengan skema pinjaman pusat, akan diputuskan hari Kamis,” ujar Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, anggota dewan dari Partai Gerindra ini.

Saat rapat digelar, masih terjadi pro dan kontra terkait dana talangan tersebut. Fraksi yang paling getol melakukan penolakan dengan berbagai pertimbangan adalah Fraksi PDI Perjuangan. Sedangkan fraksi lainnya cenderung nantinya bakal menyetujui skema dana pinjaman tersebut.

Menariknya lagi, saat DPRD bersama eksekutif membahas soal keputusan dewan apakah menyetujui rencana dana talangan atau pinjaman daerah ke pemerintah pusat sebesar Rp 786 Miliar. Ardi Pujo Prabowo, anggota DPRD Jember dari Partai Gerindra sempat menjelaskan, saat tim banggar DPRD Jember konsultasi ke pusat, didapat informasi bahwa ada sekitar 190 kabupaten/kota memanfaatkan pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Kita diterima langsung direktur PT SMI. Ada pertanyaan yang diajukan. Ada 190 kabupaten/kota memanfaatkan pembiayaan dari PT SMI,” ujarnya.

Khusus Jawa timur, kata Ardi, pinjaman dana ke pusat juga dilakukan Wali Kota Surabaya Ery Cahyadi, Bupati Trenggalek Nur Arifin, dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Dana pinjaman tersebut beberapa daerah juga dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur dan rumah sakit.

Entah ada maksud atau hanya memberikan contoh, kabupaten dan kota yang melakukan pinjaman dana ke pusat yang disampaikan Ardi Pujo Prabowo baik yang dilakukan Wali Kota Surabaya, Bupati Banyuwangi, maupun Bupati Trenggalek semuanya adalah kader PDI Perjuangan. Sedangkan khusus yang terjadi Jember, anggota dewan dari PDI Perjuangan paling getol menolak rencana dana pinjaman yang akan dilakukan Bupati Jember, Muhammad Fawait yang notabene adalah bupati dari Partai Gerindra.

Bahkan ada anggota dewan langsung nyeletuk. ” “Pak Widarto senyumnya kok nggak enak ini,” celetuk anggota dewan dalam rapat.

Mendengar celetuk dan apa yang disampaikan Ardi Pujo Prabowo tersebut, Wakil Ketua DPRD Jember dari PDI Perjuangan, Widarto yang juga ikut rapat, terlihat hanya tersenyum dan menimpali singkat.

“Mana ada senyum saya yang nggak enak,” ujarnya tersenyum. Widarto menjelaskan, skema dana pinjaman hendaknya dipertimbangkan lagi. Lebih baik melakukan efisien program lain untuk menutupi kebutuhan pembangunan daripada harus melakukan dana pinjaman ke pusat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *