Daerah

Turun Langsung ke SMAN 2 Mazo, Cabdisdik Nias Selatan Verifikasi Proyek DAK Rp872 Juta

28
×

Turun Langsung ke SMAN 2 Mazo, Cabdisdik Nias Selatan Verifikasi Proyek DAK Rp872 Juta

Share this article
Turun Langsung ke SMAN 2 Mazo, Cabdisdik Nias Selatan Verifikasi Proyek DAK Rp872 Juta
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah XIV Nias Selatan saat verifikasi langsung terkait polemik pelaksanaan revitalisasi SMA Negeri 2 Mazo.(Sudutkota.id/Afrianus)

NIAS SELATAN, Sudutkota.id – Polemik terkait pelaksanaan revitalisasi SMA Negeri 2 Mazo, Kabupaten Nias Selatan, berujung pada verifikasi langsung di lapangan.

Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah XIV Nias Selatan turun ke sekolah untuk memastikan kondisi proyek sekaligus mengecek sejumlah informasi yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

Kepala Cabdisdik Wilayah XIV Nias Selatan bersama Kasi SMA dan Kasi SMK melakukan kunjungan ke SMAN 2 Mazo di Desa Hilina’a, Kecamatan Mazo, Rabu (23/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan revitalisasi sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026.

Dalam peninjauan itu, rombongan Cabdisdik melihat langsung kondisi sekolah, termasuk keberadaan papan informasi proyek yang sebelumnya menjadi salah satu bagian dari polemik pemberitaan.

Hasil pengecekan menunjukkan papan informasi kegiatan revitalisasi terpasang di area sekolah. Pada papan tersebut tercantum kegiatan revitalisasi SMAN 2 Mazo dengan nilai kontrak Rp872.168.000.

Proyek tersebut mencakup revitalisasi empat ruang kelas serta pembangunan fasilitas toilet sekolah.

Kondisi itu sekaligus menjadi salah satu fakta lapangan yang disampaikan pihak sekolah untuk memberikan gambaran berbeda dari informasi yang sebelumnya beredar.

Selain papan proyek, kondisi material timbunan di lokasi juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.

Pihak sekolah menjelaskan, material yang terlihat bercampur dengan lumpur merupakan material timbunan yang baru didatangkan dan masih berada pada tahap awal pekerjaan.

Menurut pihak sekolah, material tersebut nantinya akan melalui proses pemilahan atau sortir dalam pelaksanaan pekerjaan revitalisasi.

Kondisi geografis Kecamatan Mazo yang berada di wilayah kepulauan dan relatif jauh dari pusat aktivitas pemerintahan disebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pengadaan serta mobilisasi material.

Karena itu, pihak sekolah menilai kondisi material pada tahap awal kedatangan tidak dapat langsung dijadikan kesimpulan mengenai kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis.

Kunjungan Cabdisdik juga menjadi momentum untuk mengklarifikasi informasi mengenai aktivitas kepala sekolah.

Kepala SMAN 2 Mazo, Agustina Dakhi menjelaskan, dirinya tetap menjalankan tugas kedinasan. Aktivitas di luar sekolah, menurutnya, berkaitan dengan pengurusan administrasi dan koordinasi pelaksanaan revitalisasi DAK 2026.

Beberapa agenda tersebut di antaranya koordinasi ke Kantor Cabang Dinas di Teluk Dalam dan Gunungsitoli serta pelaporan perkembangan kegiatan.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMAN 2 Mazo disebut tetap berjalan normal.

Kehadiran kepala sekolah bersama jajaran dewan guru dalam kunjungan Cabdisdik menjadi bagian dari proses verifikasi kondisi sekolah.

Agustina juga menegaskan tidak pernah memberikan pernyataan kepada media terkait persoalan surat tugas dinas luar sebagaimana informasi yang beredar.

Ia menyebut setiap perjalanan dinas yang dilakukan berkaitan dengan kepentingan kedinasan menggunakan Surat Perjalanan Dinas (SPD) resmi sesuai ketentuan.

“Dengan adanya verifikasi lapangan dan dokumentasi foto bersama di depan papan proyek DAK 2026, pihak SMA Negeri 2 Mazo berharap klarifikasi ini dapat meluruskan opini publik,” ujar Agustina.

Di sisi lain, kunjungan Cabdisdik Wilayah XIV tidak hanya menjadi agenda klarifikasi. Pengawasan lapangan juga diarahkan untuk memastikan kepala sekolah, panitia pelaksana revitalisasi, serta dewan guru menjalankan tugas masing-masing dengan baik.

Kacabdisdik menyampaikan kepada kepala sekolah, panitia pelaksana revitalisasi dan seluruh guru agar melaksanakan tugas secara optimal.

Pihak SMAN 2 Mazo juga mengajak insan pers mengedepankan prinsip keberimbangan, konfirmasi dan verifikasi lapangan dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Langkah tersebut dinilai penting agar setiap informasi mengenai pelaksanaan program pendidikan, khususnya proyek revitalisasi yang menggunakan anggaran negara, dapat disampaikan berdasarkan fakta yang terverifikasi.

Dengan adanya pemeriksaan langsung ini, pihak sekolah berharap informasi mengenai revitalisasi SMAN 2 Mazo tidak berhenti pada polemik pemberitaan, tetapi dapat dilihat berdasarkan kondisi faktual di lapangan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *