JAKARTA, Sudutkota.id – Pemilahan sampah rumah tangga didorong menjadi kebiasaan yang memberi manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang pendapatan warga.
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menggagas Green Community Championship (GCC) untuk memperluas kesadaran pengelolaan sampah hingga tingkat keluarga.
Program tersebut diperkenalkan dalam pembinaan pengurus TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa di Lumber Camp, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Rabu (29/10). Kegiatan itu juga melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
“Hari ini kami melakukan penguatan seluruh Tim Penggerak PKK. Baik kabupaten, kecamatan hingga desa, juga dengan seluruh komponen kecamatan (Forkopimcam) seperti Pak Camat dan Pak Kades mengikuti pembinaan Green Community Championship (GCC),” kata Novita.
Novita menilai perubahan perlu dimulai dari rumah tangga, terutama melalui kebiasaan memilah sampah sebelum dibuang. Sampah basah, sampah kering, material yang masih bernilai ekonomi, dan residu perlu dipisahkan agar lebih mudah dikelola.
“Green Community Championship ini kami adakan bukan hanya untuk sebagai euforia semata, tapi tujuan kami menyasar ke akar rumput. Agar setiap rumah tangga itu punya kesadaran bahwa kebersihan dan pemilahan sampah ini sama dengan menyelamatkan anak cucu kita di masa depan,” terangnya.
Selain mengurangi beban pengelolaan sampah, pemilahan sejak dari rumah berpotensi membuat material yang masih bernilai dapat dimanfaatkan kembali. Namun, manfaat ekonomi tersebut membutuhkan sistem pengumpulan, pengolahan, dan pemasaran yang berjalan agar sampah terpilah tidak kembali tercampur.
Novita menyebut GCC juga diarahkan untuk mendukung visi Net Zero Carbon Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Ia berharap pengelolaan sampah dapat menjadi peluang pendapatan baru bagi masyarakat, sekaligus mendorong kreativitas warga dalam memperkuat ketahanan pangan sejak dini.
“Satu sisi sambil mendukung visi misi bapak bupati untuk Net Zero Carbon, satu sisi untuk mendukung dan menyelamatkan masyarakat itu sendiri. Dan tentunya harapan saya, sampah-sampah yang telah dipilah ini bisa menjadi sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Di situasi seperti ini kita harus kreatif bagaimana pentingnya ketahanan pangan dimulai dari anak-anak sedini mungkin,” tandasnya.





















