JAKARTA, Sudutkota.id – Ancaman El Nino berkepanjangan menuntut pemerintah memastikan air irigasi, cadangan beras, dan perlindungan petani tersedia sebelum dampaknya meluas.
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengingatkan, keterlambatan antisipasi dapat menekan produksi pangan sekaligus membebani masyarakat melalui kenaikan harga.
Dalam wawancara via WhatsApp, Rabu (28/10/2026), Daniel mendorong Kementerian Pertanian memprioritaskan pompanisasi, sumur bor, dan pembangunan embung untuk menghadapi kekeringan. Menurutnya, ketersediaan air harus disiapkan sebelum lahan pertanian mengalami kekurangan pasokan.
“Kami di Komisi IV terus mendorong agar program kementerian pertanian yang tupoksinya sebagai produsen pangan harus fokus pada upaya antisipasi terutama program pompanisasi dengan memanfaatkan sumber air yang ada dari sungai sungai yang debit airnya cukup,” kata Daniel.
Selain air irigasi, cadangan beras pemerintah juga perlu dipastikan mampu memenuhi kebutuhan selama El Nino. Data yang dikutip dalam bahan wawancara mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah di Bulog mencapai 4,56 juta ton per Oktober 2026, naik 17,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jika memang stok bisa sampai 5-10 bulan kedepan, beras tersebut tersebar dimana saja, pemerintah mungkin punya data lengkapnya. Kita nanti akan dalami bersama Menteri Pertanian sekaligus kepala Bapanas untuk memastikan stok pangan khususnya beras cukup sampai elnino berakhir,” ujarnya.
Daniel meminta pemerintah memetakan daerah surplus pangan dan mempercepat distribusi ke wilayah yang persediaannya mulai menipis. Langkah tersebut diperlukan agar intervensi dilakukan sebelum kelangkaan terjadi dan harga pangan meningkat.
“Tidak boleh masyarakat menunggu baru pemerintah bergerak, akan menimbulkan gejolak di masyarakat, harus ada antisipasi khusus soal kebutuhan pangan rakyat,” pungkas daniel
Daniel juga mendesak pemerintah menyiapkan anggaran asuransi bagi petani pangan dan hortikultura yang mengalami gagal panen. Perlindungan itu dinilai penting untuk mengurangi kerugian petani akibat faktor alam dan mencegah pendapatan keluarga mereka semakin tertekan.
“Pemerintah harus menyiapkan anggaran untuk asuransi petani terutama bagi petani pangan dan hortikultura, karena mereka yang memproduksi pangan kita secara terus menerus, tidak ada alasan pemerintah tidak punya anggaran ketika para petani kita gagal panen, karena petani sudah keluar uang dan kalau dibiarkan tingkat kemiskinan akan terus meningkat, sebab penghidupan mereka dari bertani,” tegas Daniel.





















