Nasional

Bedah Rumah Naik Jadi 400 Ribu Unit, UMKM Lokal Disiapkan Ikut Menopang Pembangunan

5
×

Bedah Rumah Naik Jadi 400 Ribu Unit, UMKM Lokal Disiapkan Ikut Menopang Pembangunan

Share this article
Bedah Rumah Naik Jadi 400 Ribu Unit, UMKM Lokal Disiapkan Ikut Menopang Pembangunan
Menteri PKP, Maruarar Sirait melaporkan peningkatan target bedah rumah menjadi 400 ribu unit serta pemberdayaan UMKM lokal kepada Presiden Prabowo Subianto.(Sudutkota.id/Setpres)

JAKARTA, Sudutkota.id – Pemerintah menaikkan target program bedah rumah dari 45 ribu unit pada tahun lalu menjadi 400 ribu unit tahun ini.

Di tengah perluasan program tersebut, pemerintah juga mendorong penggunaan bahan bangunan produksi UMKM lokal agar pembangunan hunian turut menggerakkan ekonomi daerah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyampaikan perkembangan itu setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/10/2026). Selain program bedah rumah, pembahasan mencakup rumah subsidi dan penguatan usaha lokal melalui pemanfaatan produk bahan bangunan dalam negeri.

“Ini bagian program yang dibuat oleh negara, Presiden Prabowo itu, tahun lalu itu kita ada 45 ribu bedah rumah. Tahun ini ditingkatkan luar biasa menjadi 400 ribu rumah,” ungkap Maruarar.

Kenaikan target tersebut menempatkan pelaksanaan program sebagai perhatian penting, terutama dalam memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan rumah layak. Dampaknya tidak hanya bergantung pada jumlah rumah yang diperbaiki, tetapi juga ketepatan penerima, kualitas pengerjaan, serta transparansi pelaksanaannya.

Selain bedah rumah, pemerintah melanjutkan penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini diarahkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah dengan pembiayaan yang lebih terjangkau, meski jangkauan manfaatnya tetap bergantung pada persyaratan dan kemampuan masyarakat memenuhi cicilan.

Maruarar juga melaporkan pengembangan UMKM produsen genteng tanah liat di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ia menyebut 34 UMKM telah lolos sertifikasi yang disebutnya sebagai SNI dan menyiapkan 2,4 juta genteng. Istilah “SND” dalam bahan keterangan awal perlu dikonfirmasi agar penyebutan standar sertifikasinya tepat.

“Ada 34 UMKM yang sudah lolos SND, yaitu kriteria kehandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos, uji, dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng, produk UMKM, genteng dari tanah liat sehingga kualitasnya itu terjaga,” ujar Maruarar.

Pemerintah juga mendorong agar produk bahan bangunan dari suatu daerah digunakan untuk mendukung pembangunan di daerah tersebut. Maruarar mengatakan pengembangan produk lokal akan diperluas ke sektor lain, sementara program ASRI disiapkan untuk mendukung lingkungan yang nyaman, indah, dan sehat sekaligus melibatkan UMKM.

“Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah Genteng kita juga akan ke tempat yang lain,” imbuh Maruarar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *