Nasional

Beasiswa 1.000 Dokter Spesialis Disiapkan, Kurniasih Dorong Prioritas Daerah 3T

11
×

Beasiswa 1.000 Dokter Spesialis Disiapkan, Kurniasih Dorong Prioritas Daerah 3T

Share this article
Beasiswa 1.000 Dokter Spesialis Disiapkan, Kurniasih Dorong Prioritas Daerah 3T
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati mendorong program beasiswa dokter spesialis 2026/2027 diarahkan untuk memperkuat pemerataan tenaga medis, terutama di daerah 3T.(Sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Rencana penyediaan 1.000 beasiswa pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis untuk tahun akademik 2026/2027 dinilai perlu diarahkan untuk mengatasi ketimpangan tenaga medis, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menyambut baik rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut. Ia menekankan, program beasiswa harus membuka akses pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga spesialis di daerah.

“Dukungan beasiswa ini membuka kesempatan bagi semakin banyak dokter dan dokter gigi untuk melanjutkan pendidikan spesialis. Kita berharap kesempatan tersebut juga dapat menjangkau calon peserta dari daerah yang masih memiliki keterbatasan tenaga spesialis,” ujar Kurniasih, Sabtu (24/10/2026).

Dari total beasiswa yang direncanakan, sekitar 750 akan disalurkan melalui LPDP, sedangkan 250 lainnya didukung pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, rumah sakit, serta mitra swasta.

Kurniasih mengingatkan, keterbukaan seleksi dan kepastian pembiayaan harus menjadi perhatian sejak awal. Calon penerima perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai persyaratan, tahapan seleksi, biaya yang ditanggung, hingga kewajiban selama dan setelah pendidikan.

“Penerima beasiswa membutuhkan kepastian agar dapat menjalani pendidikan dengan baik sampai selesai. Karena itu, dukungan pembiayaan perlu dirancang secara memadai, dengan ketentuan yang jelas dan mudah dipahami sejak pendaftaran,” katanya.

Ia juga mendorong agar dokter dan dokter gigi dari daerah 3T mendapat kesempatan yang memadai sepanjang memenuhi persyaratan akademik. Selain akses pendidikan, program perlu menjamin mutu pembelajaran, pendampingan akademik, dan pengalaman klinis sesuai standar kompetensi.

Menurut Kurniasih, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah beasiswa yang diberikan. Pemerintah perlu menyelaraskan bidang spesialis yang dibiayai dengan kebutuhan daerah, kesiapan fasilitas kesehatan, serta peluang pengabdian dan pengembangan karier bagi lulusan.

“Harapannya, kesempatan pendidikan yang semakin terbuka dapat mendukung pemerataan tenaga spesialis di daerah termasuk daerah 3T. Dukungan untuk mengabdi dan mengembangkan karier di daerah perlu disiapkan bersama, agar keahlian para lulusan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *