JAKARTA, Sudutkota.id – YAYAYA FEST 2026 akan menggelar festival musik sekaligus menggalang donasi untuk empat program sosial dan lingkungan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penyelenggara menyatakan seluruh dana dari tiket pengunjung akan disalurkan untuk program tersebut, dengan donasi minimal Rp20 ribu per orang.
Festival yang diinisiasi anggota DPD RI, Yashinta Sekarwangi Mega itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Minggu (25/10/2026). Acara ini menghadirkan MALIQ & D’Essentials, Lomba Sihir, Rebellion Rose, Guyon Waton, dan Jumat Gombrong. Yashinta mengatakan keberagaman penampil dipilih untuk menjangkau masyarakat dengan selera musik berbeda.
“Yogyakarta adalah daerah yang sangat majemuk, dan hal itu pun tercermin jelas dari keberagaman aspirasi musik warganya. Karena itu, YAYAYA FEST sengaja kami buat untuk merangkum jajaran penampil lintas genre untuk mengakomodasi berbagai preferensi musik warga,” ujar Yashinta, Rabu (21/10/2026).
Dana donasi tiket akan dialokasikan untuk empat program, yakni pembuatan toilet portabel difabel oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB), program pendidikan oleh Yayasan Sadar Belajar, pemeriksaan IVA dan kanker serviks di lima kabupaten/kota oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), serta penanaman mangrove di pesisir Temon, Kulon Progo, oleh Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI).
“Uang pembelian tiket yang teman-teman serahkan kepada YAYAYA FEST akan 100% disalurkan untuk empat proyek sosial dan lingkungan yang diinisiasi oleh empat komunitas di DIY. Saya pun dapat memastikan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan YAYAYA FEST dikelola secara terpisah dan tidak mengambil dari donasi yang dikumpulkan,” tegas Yashinta.
Selain menggalang dana, festival ini akan melibatkan sejumlah komunitas untuk mendukung inklusivitas dan mengurangi dampak lingkungan. Penyelenggara merencanakan penyediaan pemandu mobilitas, platform yang ditinggikan, toilet difabel, dan juru bahasa isyarat (JBI), serta pemilahan dan pengolahan sampah bersama komunitas Sibhumiasri.
“Pada hari-H nanti, YAYAYA FEST akan menyediakan pemandu mobilitas, elevated platform, toilet difabel, serta JBI. Selain itu, dampak lingkungan dari YAYAYA FEST akan dimitigasi melalui pemilahan dan pengolahan sampah yang berkelanjutan bersama komunitas Sibhumiasri, serta konversi jejak karbon pengunjung lewat penanaman bakau (mangrove) di pesisir Kulonprogo,” tutup Yashinta.
Masyarakat dapat memperoleh tiket melalui situs resmi yayayafest.id dengan donasi minimal Rp20 ribu. Penyelenggara mengajak warga menikmati festival sekaligus mendukung program sosial dan lingkungan, dengan transparansi penyaluran dana menjadi hal penting agar manfaat donasi dapat dipertanggungjawabkan.





















