Daerah

Jobong Kuno Ditemukan Dekat Candi Pandegong Jombang, Begini Penjelasan BPK Jatim

10
×

Jobong Kuno Ditemukan Dekat Candi Pandegong Jombang, Begini Penjelasan BPK Jatim

Share this article
Jobong Kuno Ditemukan Dekat Candi Pandegong Jombang, Begini Penjelasan BPK Jatim
Jobong kuno yang ditemukan warga Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno.(Sudutkota.id/Balai Pelestarian Kebudayaan)

JOMBANG, Sudutkota.id – Warga Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menemukan sumur Jobong kuno saat menggali tanah di Dusun Garut.

Temuan benda yang diduga merupakan peninggalan masa lalu tersebut kini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang.

Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur telah menerima informasi mengenai penemuan tersebut. Koordinasi dengan Disdikbud Jombang dilakukan untuk menindaklanjuti temuan sekaligus mengkaji jenis, usia, dan nilai sejarahnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Jombang, Anom Antono, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan Jobong kuno tersebut dari juru pelihara Situs Pandegong, Jayadi. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan BPK Jawa Timur.

“Kami sudah menerima laporan dan foto-foto dari teman-teman Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, nanti akan kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelamatan terhadap temuan tersebut,” kata Anom, Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan informasi awal yang diterima Disdikbud Jombang, kondisi Jobong tersebut sudah tidak utuh. Sejumlah pecahan yang ditemukan telah dikumpulkan dan diamankan di kawasan Situs Pandegong.

Anom mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan bentuk asli maupun usia benda kuno tersebut. Diperlukan observasi dan kajian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik artefak serta kemungkinan keterkaitannya dengan sejarah setempat.

“Kami belum mengetahui secara detail, termasuk peninggalan era atau tahun berapa. Belum dilakukan kajian. Nanti akan kami lakukan observasi atau riset terhadap temuan yang ada di Dusun Garut, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno,” ujarnya.

Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah temuan Jobong kuno itu memiliki keterkaitan dengan sejarah setempat atau dapat dikategorikan sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

Disdikbud Jombang juga berencana melakukan peninjauan lebih lanjut setelah rangkaian kegiatan Jombang Fest rampung. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan penanganan temuan dilakukan secara tepat sekaligus menjaga potensi nilai sejarahnya.

Anom menegaskan, penyelamatan menjadi langkah awal yang harus dilakukan sebelum menentukan penanganan berikutnya terhadap artefak tersebut.

“Tentu langkah awal kita amankan dulu, kemudian kita lanjutkan kajian bersama BPK Jawa Timur,” terangnya.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Jawa Timur, Indra Eka Widya Jaya, menjelaskan bahwa benda yang ditemukan warga tersebut merupakan Jobong.

Menurutnya, Jobong umumnya dikenal sebagai struktur yang digunakan sebagai sumber air atau sumur. Namun, terdapat pula pendapat yang menyebut benda tersebut memiliki fungsi lain.

“Pendapat paling umum, Jobong itu digunakan untuk sumber air. Yakni biasanya itu sumur. Namun, ada juga pendapat yang mengatakan Jobong itu adalah bagian dari kalau zaman sekarang itu septic tank,” ungkap Indra.

Berdasarkan informasi awal mengenai kondisi saat ditemukan, Jobong tersebut diperkirakan terdiri dari empat sap atau susunan. Tiga susunan bagian atas dilaporkan telah hancur, sedangkan susunan keempat masih utuh. Di bagian bawahnya juga masih terdapat satu susunan lagi.

“Saat pertama kali ditemukan, kabarnya itu ada empat sap. Tiga di atasnya itu hancur. Yang masih utuh adalah sap yang keempat. Namun di bawahnya masih ada satu lagi,” jelasnya.

Indra menambahkan, lokasi penemuan Jobong kuno di Dusun Garut, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, tidak jauh dari Candi Pandegong.

Dari segi ukuran bata, temuan tersebut memiliki kemiripan dengan bata yang digunakan pada Candi Pandegong. Meski demikian, diperlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan periode sejarahnya.

“Untuk kita memastikan itu dari masa apa, kalau misalnya kita lihatnya dari bata ya. Ukuran bata secara dimensinya itu mirip-mirip dengan Candi Pandegong. Berarti kemungkinan masih ada kaitannya dengan masa saat Candi Pandegong itu ada. Kira-kira begitu,” beber Indra.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *