JAKARTA, Sudutkota.id – Perguruan tinggi dinilai perlu mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, bukan hanya menghasilkan lulusan yang siap mencari pekerjaan.
Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, mendorong Universitas Muhammadiyah Kupang menjadi pusat pengembangan kewirausahaan, inovasi, dan pemberdayaan UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dorongan tersebut disampaikan Irman saat bersilaturahmi dengan pimpinan dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Kupang. Pertemuan yang dihadiri dua wakil rektor, para dekan, dan ketua program studi itu juga membahas peran strategis jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan dan memperkuat pembangunan masyarakat di NTT.
“Di tengah keberagaman masyarakat NTT, kampus Muhammadiyah memiliki peran yang sangat penting. Muhammadiyah hadir bukan hanya untuk mendidik mahasiswa, tetapi juga untuk membangun peradaban, memperkuat toleransi, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang,” kata Irman, Selasa (27/10/2026).
Sebagai Ketua Dewan Pakar Majelis Ekonomi dan UMKM PP Muhammadiyah sekaligus anggota Komite I DPD RI, Irman menilai perguruan tinggi swasta harus terus meningkatkan mutu dan daya saing di tengah perkembangan pendidikan. Menurutnya, kualitas akademik, penguasaan teknologi, integritas, dan kemampuan lulusan menciptakan peluang usaha perlu menjadi perhatian utama kampus.
“Kampus Muhammadiyah harus berani bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Kualitas akademik, penguasaan teknologi, kewirausahaan, dan karakter lulusan harus menjadi perhatian utama. Kita ingin lulusan Muhammadiyah tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Irman juga mendorong kampus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia menilai kerja sama tersebut dapat membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk membantu UMKM mengembangkan produk lokal, memperbaiki manajemen usaha, memanfaatkan pemasaran digital, serta memperluas akses pasar.
“Kita harus membangun ekosistem yang menghubungkan kampus dengan UMKM. Kampus memiliki pengetahuan, riset, teknologi, dan sumber daya manusia. Sementara itu, UMKM memiliki potensi ekonomi dan kedekatan dengan kebutuhan masyarakat. Jika keduanya disinergikan, Muhammadiyah dapat menghadirkan pemberdayaan ekonomi yang konkret,” katanya.
Irman berharap Universitas Muhammadiyah Kupang dapat menghubungkan potensi akademik dengan kebutuhan ekonomi masyarakat sehingga manfaat pendidikan dirasakan lebih luas. Ia menargetkan kampus mampu melahirkan wirausahawan muda, memperkuat usaha kecil, dan membuka peluang kerja sebagai bagian dari pembangunan NTT yang lebih sejahtera.





















