Nasional

Kesiapan Tempur TNI AU Tak Cukup dengan Tambah Alutsista, Amelia Soroti Kualitas Prajurit

14
×

Kesiapan Tempur TNI AU Tak Cukup dengan Tambah Alutsista, Amelia Soroti Kualitas Prajurit

Share this article
Kesiapan Tempur TNI AU Tak Cukup dengan Tambah Alutsista, Amelia Soroti Kualitas Prajurit
Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini saat menyampaikan pandangan terkait kesiapan tempur TNI Angkatan Udara dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Landasan Udara Adi Soemarmo, Surakarta.(Sudutkota.id/Dok. Pribadi)

JAKARTA, Sudutkota.id – Menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) belum otomatis membuat TNI Angkatan Udara (AU) siap menghadapi ancaman militer.

Kesiapan tempur juga ditentukan oleh kesiapan operasi, keandalan pemeliharaan, kualitas prajurit, hingga kemampuan industri pertahanan menopang kebutuhan militer.

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini menilai seluruh unsur tersebut harus dibangun secara bersamaan. Menurutnya, combat readiness tidak semestinya hanya diukur dari jumlah maupun jenis platform dan persenjataan yang dimiliki.

“Combat readiness tidak hanya penambahan alutsista tetapi juga bagaimana kesiapan operasi kemudian keandalan pemeliharaan, kualitas sumber daya manusia sekaligus kemandirian industri pertahanan kita,” ujar Amelia dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Landasan Udara Adi Soemarmo, Surakarta, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).

Persoalan kesiapan operasi menjadi semakin penting ketika bentuk peperangan berkembang ke ranah siber dan multidomain. Amelia mendorong strategi operasi penerbangan terus dioptimalkan agar kemampuan TNI Angkatan Udara dapat menyesuaikan diri dengan karakter ancaman tersebut, sekaligus tetap memperhatikan keselamatan penerbangan.

“Optimalisasi penerbangan ini memang harus berjalan seiring dengan combat readiness kemudian juga keselamatan penerbangan,” ungkapnya.

Di sisi lain, alutsista membutuhkan prajurit yang mampu mengoperasikan, memelihara, dan mengambil keputusan dalam berbagai kondisi operasi. Karena itu, Amelia mengingatkan agar modernisasi pertahanan tidak berhenti pada penambahan jumlah dan jenis platform tanpa diikuti penguatan kualitas personel.

Pendidikan dan pelatihan, menurut Amelia, menjadi bagian penting untuk memastikan prajurit memiliki kemampuan menghadapi situasi peperangan yang kompleks. Kesiapan tersebut tidak hanya menyangkut keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan ketika kondisi operasi berubah cepat.

“Jadi bukan menambah jumlah dan jenis platformnya saja, tetapi harus memastikan pendidikan dan pelatihan yang mampu mencetak personel memiliki combat readiness dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi operasi yang kompleks,” pungkas Amelia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *