Nasional

Indonesia-Iran Tak Cukup Berdagang, Anggia Dorong Transfer Teknologi dan Kerja Sama Bisnis

11
×

Indonesia-Iran Tak Cukup Berdagang, Anggia Dorong Transfer Teknologi dan Kerja Sama Bisnis

Share this article
Indonesia-Iran Tak Cukup Berdagang, Anggia Dorong Transfer Teknologi dan Kerja Sama Bisnis
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini saat memimpin pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.(Sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Kerja sama ekonomi Indonesia dan Iran dinilai perlu bergerak lebih jauh dari sekadar aktivitas perdagangan. Transfer teknologi dan penguatan kerja sama antar pelaku usaha dinilai menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan untuk memperluas hubungan ekonomi kedua negara.

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini mengatakan, peluang tersebut dibahas dalam pertemuan Pimpinan Komisi VI DPR RI dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Islam Iran untuk Republik Indonesia Mohammad Boroujerdi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Pembahasan mencakup kerja sama perdagangan dan komersial, termasuk implementasi Indonesia-Iran Preferential Trade Agreement (PTA) yang telah diratifikasi.

“Banyak hal yang kita bicarakan, terutama dalam kerja sama perdagangan, lalu kemudian juga kerja sama komersial, termasuk juga bagaimana memperkuat atau mengimplementasikan ratifikasi yang sudah dilakukan,” ujar Anggia.

Namun, menurut Anggia, peluang yang tidak kalah penting justru berada pada transfer teknologi. Iran dinilai memiliki perkembangan teknologi domestik yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan Indonesia, termasuk di sektor pertanian dan tekstil.

“Yang paling menarik dari pertemuan kita adalah mereka membuka dengan seluas-luasnya transfer teknologi. Itu menarik sekali, karena kita tahu bahwa Iran itu teknologinya keren banget,” katanya.

Karena itu, Anggia menilai hubungan ekonomi kedua negara perlu diarahkan pada pertukaran dan pengembangan teknologi, bukan hanya transaksi perdagangan.

“Jadi menurut saya penting kalau Indonesia bisa bekerja sama dengan Iran, tidak hanya bicara tentang trade, tetapi juga bagaimana transfer teknologi,” ujarnya.

Penguatan hubungan juga dinilai perlu menyentuh langsung pelaku usaha. Anggia mengatakan pihak Iran berharap kerja sama business to business (B2B) Indonesia dan Iran dapat diperkuat agar peluang ekonomi tidak berhenti pada kesepakatan antarpemerintah.

“Yang kedua, mereka berharap bahwa kerja sama Indonesia dengan Iran itu bisa B to B-nya lebih kuat lagi. Saya pikir itu penting untuk kita dorong,” pungkas Anggia.

Dari sisi Iran, Mohammad Boroujerdi mengatakan peluang kerja sama mencakup industri, zona bebas, dan teknologi baru. Ia juga mengundang pimpinan Komisi VI DPR RI dan pemerintah Indonesia berkunjung ke Iran untuk memperkuat kerja sama parlemen dan ekonomi kedua negara.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *