Nasional

Selly Andriany Gantina Minta Kemenag Serius Perkuat Kualitas Perguruan Tinggi Keagamaan

14
×

Selly Andriany Gantina Minta Kemenag Serius Perkuat Kualitas Perguruan Tinggi Keagamaan

Share this article
Selly Andriany Gantina Minta Kemenag Serius Perkuat Kualitas Perguruan Tinggi Keagamaan
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke STP-IPI Malang, Jawa Timur.(Foto:sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Peningkatan mutu perguruan tinggi keagamaan dinilai masih membutuhkan perhatian serius pemerintah. Dari ribuan perguruan tinggi keagamaan yang tercatat dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), baru sebagian kecil yang berstatus akreditasi unggul.

Data PDDikti yang diakses pada 3 September 2026 mencatat terdapat 1.748 Perguruan Tinggi Keagamaan, dengan 1.376 di antaranya berstatus aktif. Namun, perguruan tinggi yang tercatat memiliki akreditasi unggul baru mencapai 45 kampus.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Komisi VIII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia (STP-IPI) Malang, Jawa Timur, Jum’at (4/9/2026).

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina menilai penguatan perguruan tinggi keagamaan harus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah melalui Kementerian Agama tidak hanya perlu memperhatikan aspek akademik, tetapi juga memastikan dukungan terhadap dosen, mahasiswa, serta fasilitas pendidikan.

“Harus ada konsentrasi dari Kementerian Agama berkaitan dengan kualitas tenaga pendidik dan sarana dan prasarana, termasuk juga untuk para mahasiswanya; program-program seperti Kartu Indonesia Pintar, kemudian Beasiswa Indonesia Unggulan. Untuk tenaga dosen juga harus menjadi bagian yang tidak dilupakan,” tutur Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Menurut Selly, peningkatan kualitas akademik juga perlu terlihat dari produktivitas perguruan tinggi dalam menghasilkan karya ilmiah. Hal tersebut menjadi perhatian khusus ketika Komisi VIII melihat pengembangan STP-IPI yang ingin memperluas daya jangkaunya hingga bertaraf internasional.

“Catatan saya, publikasi dan jurnal-jurnal memang harus menjadi salah satu yang diprioritaskan oleh Ibu-Bapak yang ada di STP-IPI,” ujar Selly.

Persoalan kualitas dosen turut menjadi perhatian anggota Komisi VIII lainnya, Haeni Relawati. Ia menilai peningkatan kapasitas tenaga pendidik tidak dapat dilepaskan dari kemampuan menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah.

“Menjadi dosen tidak mudah karena harus ada syarat untuk jurnal, untuk penelitian dan sebagainya. Tapi saya yakin, saya kira kerja sama dengan sekolah dan gereja yang berada di luar negeri untuk menerbitkan jurnal-jurnal itu tentu menjadi kekuatan tersendiri bagi sekolah ini untuk lebih banyak berkreasi dan berinovasi,” ungkap Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Di sisi lain, penguatan akademik juga membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai. Dalam kunjungan tersebut, STP-IPI menyampaikan persoalan keterbatasan ruang akibat kondisi gedung lama yang dinilai sudah tidak mencukupi kebutuhan. Konstruksinya juga berkembang secara bertahap dan tambal sulam.

Selly menilai persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari agenda peningkatan kualitas pendidikan. Ia menyebut kebutuhan pembenahan sarana fisik STP-IPI akan menjadi salah satu hal yang diperhatikan Komisi VIII.

“Yang paling terpenting keinginan mereka untuk bisa memperbaiki sarana fisik yang sudah lama tidak diperbaiki oleh negara. Tentu ini juga akan menjadi perhatian dari Komisi VIII,” lanjutnya.

Dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan juga dapat diperluas melalui kerja sama pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan Pemkot Malang terbuka untuk menjadi mitra lembaga pendidikan keagamaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan sosial.

“Pemerintah Kota Malang tentu terbuka dan siap menjadi mitra dalam berbagai ikhtiar yang bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kehadiran pelayanan sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Ali berharap kunjungan Komisi VIII dapat menghasilkan tindak lanjut atas berbagai kebutuhan yang ditemukan di lapangan, termasuk persoalan pengembangan pendidikan keagamaan di daerah.

“Kami berharap, kehadiran Bapak dan Ibu sekalian tidak hanya menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi dan tata kelola pendidikan keagamaan Katolik, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengarkan aspirasi, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan langkah penguatan yang benar-benar dibutuhkan di daerah,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *