Daerah

Over Kapasitas, Sementara Griya Lansia Malang Hentikan Penerimaan Penghuni Baru

16
×

Over Kapasitas, Sementara Griya Lansia Malang Hentikan Penerimaan Penghuni Baru

Share this article
Over Kapasitas, Sementara Griya Lansia Malang Hentikan Penerimaan Penghuni Baru
Petugas dan pengurus Yayasan Griya Lansia Malang saat menyolati dua jenazah lansia yang meninggal dunia.(foto:sudutkota.id/istimewa)

Sudutkota.id – Yayasan Griya Lansia Malang saat ini mengalami kelebihan atau over kapasitas penghuni.

Dari kapasitas ideal sebanyak 200 orang, lembaga sosial yang selama ini fokus merawat lansia terlantar tersebut kini menampung 206 lansia dari berbagai daerah.

Pemilik Yayasan Griya Lansia, Arief Rakhman Hakim atau yang akrab disapa Arief Camra, mengatakan kondisi tersebut membuat pihaknya untuk sementara menghentikan penerimaan lansia baru.

“Kami saat ini off dulu untuk pengajuan lansia. Kapasitas sudah penuh bahkan melebihi batas. Hanya ada dua lansia dari Cirebon yang tetap akan kami terima karena pengajuannya sudah saya setujui sejak seminggu lalu,” ujar Arief saat ditemui di Griya Lansia, Minggu (7/6/2026).

Di tengah kesibukan merawat ratusan lansia, Griya Lansia juga tengah berduka. Pada hari yang sama, pihak yayasan menangani dua penghuni yang meninggal dunia.

“Hari ini kami merawat dua jenazah. Ada dua lansia yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Menurut Arief, merawat ratusan lansia terlantar membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk memenuhi kebutuhan makan, kesehatan, obat-obatan, perlengkapan harian, hingga operasional lembaga, Griya Lansia membutuhkan dana sekitar Rp250 juta setiap bulan.

“Kalau diuangkan semuanya, dengan jumlah sekitar 200 lansia, kebutuhan operasional rata-rata mencapai Rp250 Juta per bulan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Griya Lansia didirikan sebagai pusat perawatan bagi lansia terlantar tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun riwayat kehidupan mereka.

“Kami fokus pada perawatan. Tidak pandang bulu dari latar belakang apa, kisah hidupnya seperti apa. Ketika ada lansia yang terlantar atau tidur di jalanan, sebisa mungkin kami akan membantu dan memberikan tempat yang layak,” katanya.

Sejak berdiri, Griya Lansia telah menjadi rumah terakhir bagi banyak lansia yang tidak memiliki keluarga atau mengalami penelantaran. Hingga saat ini, sekitar 500 lansia yang pernah dirawat di tempat tersebut telah meninggal dunia.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, yayasan juga menyediakan area pemakaman khusus bagi para penghuni yang wafat. Lokasinya berada di Dusun Pohkecik, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Dengan jumlah penghuni yang terus meningkat dan biaya operasional yang besar, Arief berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap keberlangsungan layanan bagi para lansia terlantar yang selama ini mendapatkan perlindungan dan perawatan di Griya Lansia Malang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *