Daerah

Jelang Muktamar ke-35 NU, Ikon Menara Bahrul Ulum Tambakberas Tampil dengan Wajah Baru

39
×

Jelang Muktamar ke-35 NU, Ikon Menara Bahrul Ulum Tambakberas Tampil dengan Wajah Baru

Share this article
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh. (Foto: Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

Sudutkota.id – Menara bersejarah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, mulai dipercantik sebagai ikon utama menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada Agustus 2026.

Bangunan yang berdiri sejak masa sebelum kemerdekaan Indonesia itu dipilih sebagai simbol resmi Muktamar ke-35 NU karena memiliki nilai sejarah perjuangan dan menjadi lambang persatuan warga Nahdliyin.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan menara tersebut merupakan salah satu bangunan tertua di lingkungan pesantren yang hingga kini tetap dipertahankan keasliannya.

“Menara ini dibangun pada masa sebelum Indonesia merdeka. Bentuknya yang melingkar menggambarkan persatuan, bahwa dalam kondisi apa pun kita harus tetap bahu-membahu menghadapi berbagai tantangan,” ujar Gus Rozaq yang juga Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, bentuk menara yang melingkar melambangkan persatuan, kebersamaan, dan keutuhan warga Nahdlatul Ulama. “Sementara bagian menara yang menjulang tinggi menjadi simbol semangat juang masyarakat Indonesia dalam menghadapi penjajahan,” katanya.

Menjelang pelaksanaan Muktamar NU 2026, menara bersejarah tersebut untuk pertama kalinya mendapat pembaruan tampilan melalui pengecatan ulang.

“Warna dominan putih dipadukan dengan aksen emas agar selaras dengan identitas visual dan logo resmi Muktamar ke-35 NU,” ucap Gus Rozaq.

Gus Rozaq menegaskan proses pengecatan tidak mengubah struktur asli bangunan karena hanya dilakukan pada sisi estetika untuk mempercantik ikon utama muktamar.

Selain mempercantik menara, panitia juga mempercepat penyelesaian seluruh infrastruktur venue utama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

“Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026 sebelum dilakukan verifikasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),” tuturnya.

Ia menyebut bahwa pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pengurukan lahan untuk area bazar dan parkir, serta penambahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) guna mendukung kenyamanan peserta muktamar.

“Panitia juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan membatasi akses kendaraan menuju kawasan inti pesantren. Peserta nantinya akan diturunkan di titik drop-off sebelum diantar ke lokasi acara menggunakan kendaraan listrik jenis golf car,” ucapnya.

Adapun kendaraan yang diperbolehkan memasuki kawasan inti hanya kendaraan pengasuh pesantren dan tamu VIP. “Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Kesiapan infrastruktur muktamar turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jombang melalui perbaikan jalan, normalisasi saluran sungai, serta peremajaan penerangan jalan umum di kawasan Tambakberas.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *