Daerah

Gempur Rokok Ilegal, Pemkot Malang Libatkan Karang Taruna dan KIM

6
×

Gempur Rokok Ilegal, Pemkot Malang Libatkan Karang Taruna dan KIM

Share this article
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin bersama Kepala Bea Cukai Malang Johan Pandoreus dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. (Foto: Dok. Pemkot Malang)

Sudutkota.idPemerintah Kota Malang memperkuat pemberantasan peredaran rokok ilegal dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha, hingga generasi muda. Upaya tersebut dilakukan melalui pengawasan, sosialisasi, dan operasi gabungan bersama Bea Cukai serta aparat penegak hukum.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan, pemberantasan rokok ilegal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang di Ijen Suites Hotel and Conventions, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar pelaku usaha, Karang Taruna, dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Sosialisasi menghadirkan narasumber dari DPRD Kota Malang, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, serta Kejaksaan Negeri Kota Malang.

“Ini dalam rangka memberi kesadaran kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk ikut serta dalam upaya gempur rokok ilegal yang ada di Kota Malang, baik produksinya, peredarannya, maupun pembeliannya,” kata Ali.

Menurut Ali, pengendalian peredaran rokok ilegal diperlukan untuk menjaga ekosistem industri hasil tembakau sekaligus menciptakan persaingan usaha yang sehat.

Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, peredaran rokok ilegal di Kota Malang dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan. Termasuk rokok tanpa pita cukai atau rokok polos yang disebut semakin berkurang.

“Walaupun masih ada, tetapi peredarannya sangat berkurang karena sudah ada tim gabungan yang bergerak dan melakukan operasi bersama,” ujarnya.

Pengawasan, lanjut Ali, juga dilakukan sejak proses perizinan agar aktivitas industri dan peredaran rokok di Kota Malang berjalan sesuai ketentuan.

Ali mengajak pelaku usaha menaati aturan yang berlaku. Sementara masyarakat diminta memilih dan membeli rokok legal yang memiliki tanda pelunasan cukai dari Bea Cukai.

“Kalau ada industri yang tidak taat aturan, ini bisa merusak ekosistem industri rokok dan persaingannya menjadi tidak sehat lagi,” katanya.

Ia juga berharap Karang Taruna dan KIM dapat memperluas edukasi mengenai pemberantasan rokok ilegal melalui komunitas masing-masing, termasuk memanfaatkan media sosial.

Satpol PP Amankan 7.473 Bungkus Rokok Ilegal

Kepala Satpol PP Kota Malang Prayitno mengatakan, sosialisasi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengawasan dan operasi pemberantasan rokok ilegal yang dilakukan bersama Bea Cukai, Kejaksaan, dan instansi terkait.

“Yang kita sampaikan hari ini sosialisasi sekaligus rangkaian dengan kegiatan kita operasi yang bersama-sama Kejaksaan, Bea Cukai dan lain sebagainya,” kata Prayitno.

Ia berharap pelibatan generasi muda dan KIM dapat mendorong masyarakat tidak membeli maupun mengonsumsi rokok ilegal. Edukasi juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak peredaran rokok ilegal terhadap penerimaan negara.

“Harapan saya, mereka memproduksi sebuah konten yang intinya nanti membangun kesadaran masyarakat, bahwa rokok ilegal ini sebaiknya tidak kita dekati karena jelas merugikan pemasukan negara,” ujarnya.

Selain sosialisasi, Satpol PP bersama Bea Cukai dan tim gabungan melakukan penindakan di lapangan. Tim secara berkala memetakan titik yang berpotensi menjadi lokasi peredaran rokok ilegal.

Sepanjang tahun ini, operasi gabungan telah dilakukan sebanyak dua kali. Dari kegiatan tersebut, petugas mengamankan 7.473 bungkus rokok ilegal yang tersebar di lima wilayah kecamatan.

Prayitno menegaskan operasi akan terus dilakukan untuk mencegah peredaran rokok ilegal dan memastikan tidak terjadi pembiaran.

Sementara proses pemberian sanksi terhadap pelanggaran ketentuan cukai menjadi kewenangan Bea Cukai sesuai peraturan perundang-undangan.

“Hal ini menjadi perhatian penting, supaya tidak terkesan ada pembiaran, dan kami memang harus melakukan operasi,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *