Daerah

Mahasiswa Sumbawa Diajak Masuk Forum Pembauran, Bakesbangpol Bidik Persatuan Lintas Daerah

5
×

Mahasiswa Sumbawa Diajak Masuk Forum Pembauran, Bakesbangpol Bidik Persatuan Lintas Daerah

Share this article
Mahasiswa Sumbawa Diajak Masuk Forum Pembauran, Bakesbangpol Bidik Persatuan Lintas Daerah
Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, S.T., M.M., saat memukul gong sebagai tanda resmi dibukanya Inagurasi Gen 26 Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumbawa Malang (IKPMSM), Minggu (1/11/2026) malam, di Pendopo Kabupaten Malang.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mendorong organisasi mahasiswa daerah tidak hanya menjadi wadah berkumpul sesama perantau, tetapi juga terlibat aktif dalam membangun persatuan lintas suku, etnis, dan budaya.

Langkah tersebut menyasar mahasiswa asal Sumbawa yang tergabung dalam Organisasi Daerah Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumbawa Malang (IKPMSM). Mereka diajak memperluas jaringan komunikasi melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), sebagai ruang mempertemukan berbagai organisasi daerah di Kota Malang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, S.T., M.M., saat menghadiri Inagurasi Generasi (Gen) 26 IKPMSM di Pendopo Kabupaten Malang, Jalan Merdeka Timur Nomor 3, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Minggu (1/11/2026) malam.

Rahman mengungkapkan, berdasarkan komunikasi dengan perwakilan IKPMSM, terdapat sekitar 100 mahasiswa asal Sumbawa yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Jumlah tersebut menjadi potensi untuk memperkuat interaksi antarmahasiswa dari berbagai daerah.

“Saya tadi sempat berbincang dengan Pak Aziz. Kurang lebih ada 100 mahasiswa asal Sumbawa yang masuk ke wilayah Kota maupun Kabupaten Malang. Kami berharap teman-teman IKPMSM juga bisa berkomunikasi dengan Bakesbangpol, khususnya melalui Forum Pembauran Kebangsaan,” ujar Rahman.

Menurutnya, FPK merupakan mitra strategis Bakesbangpol yang menghimpun berbagai kelompok masyarakat dari latar belakang suku, etnis, dan budaya berbeda. Keberadaan forum ini diharapkan mampu menghilangkan sekat antarkelompok sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat pendatang.

“Kami memiliki mitra Forum Pembauran Kebangsaan. Di dalamnya ada berbagai macam suku dan etnis, termasuk teman-teman dari berbagai daerah dan perguruan tinggi. Karena itu, IKPMSM juga harus mengambil bagian dalam kegiatan pembauran ini,” jelasnya.

Rahman menyebut, Pemkot Malang bersama berbagai elemen pemuda lintas suku sebelumnya telah menggelar deklarasi pembauran pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Deklarasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kelompok pemuda dari berbagai latar belakang daerah agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Pada 28 Oktober kemarin, kami bersama Bapak Wali Kota melaksanakan deklarasi bersama teman-teman dari berbagai suku. Saya berharap IKPMSM bisa bersinergi dan memiliki kekuatan bersama organisasi daerah lainnya. Jangan hanya berkumpul dengan kelompoknya sendiri, tetapi juga harus membangun komunikasi dengan kelompok lain,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah tersebut membutuhkan fasilitasi, terutama dalam membangun hubungan sosial dan mencegah munculnya persoalan akibat perbedaan latar belakang.

“Kalau kita melihat data yang ada, jumlah mahasiswa dari berbagai suku, pulau, ras, dan agama ini mencapai sekitar 800 sampai 900 orang. Tentunya mereka perlu kita fasilitasi dengan baik. Bakesbangpol memiliki mitra melalui Forum Pembauran Kebangsaan untuk membangun komunikasi dan sinergi,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung pengalaman ketika terdapat mahasiswa asal Papua yang meninggal dunia di Malang dan mengalami kendala untuk dipulangkan ke daerah asalnya.

Dalam situasi tersebut, solidaritas lintas daerah melalui jaringan pembauran turut membantu proses pemulangan jenazah. Menurut Rahman, kejadian itu memperlihatkan bahwa keberadaan forum lintas suku memiliki manfaat nyata, terutama ketika mahasiswa menghadapi persoalan serius di perantauan.

“Ketika ada teman-teman dari Papua yang meninggal dunia dan mengalami kendala untuk kembali ke daerah asalnya, teman-teman dari Forum Pembauran Kebangsaan ikut membantu. Bahkan yang membantu bukan hanya orang Papua. Ini menunjukkan pentingnya kepedulian dan kebersamaan tanpa melihat asal suku maupun daerah,” terangnya.

Rahman menambahkan, salah satu upaya konkret membangun komunikasi lintas daerah dilakukan melalui kegiatan Kopi Kebangsaan. Forum tersebut mempertemukan perwakilan berbagai kelompok daerah untuk menyampaikan aspirasi, kendala, maupun persoalan yang mereka hadapi selama berada di Kota Malang.

“Kami berharap dengan adanya Forum Pembauran Kebangsaan ini muncul kegiatan-kegiatan pembauran. Salah satunya Kopi Kebangsaan, di mana teman-teman dari berbagai daerah berkumpul untuk menyampaikan aspirasi, kendala yang mereka hadapi sebagai pelajar, serta hal-hal yang perlu disikapi Pemerintah Kota Malang,” paparnya.

Ia menegaskan, pembauran tidak cukup hanya dilakukan melalui deklarasi atau kegiatan seremonial. Diperlukan komunikasi berkelanjutan agar hubungan antarmahasiswa dan masyarakat dari berbagai latar belakang benar-benar terbangun.

Karena itu, Rahman mengajak IKPMSM untuk berkoordinasi dengan Bakesbangpol dan FPK sehingga mahasiswa asal Sumbawa dapat dilibatkan dalam berbagai agenda pembauran kebangsaan.

Sementara itu, dalam sambutan Wakil Wali Kota Malang yang dibacakannya, Rahman menyampaikan apresiasi kepada IKPMSM atas penyelenggaraan Inagurasi Gen 26 sekaligus menyambut mahasiswa baru asal Sumbawa yang memilih Kota Malang sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan kepemimpinan, memperluas jaringan, menjaga etika, serta berkontribusi positif bagi lingkungan masyarakat.

Mengusung tema “Menyatukan Identitas, Merawat Jati Diri, Mengabdi untuk Tau dan Tanah Sumbawa”, inagurasi tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas mahasiswa Sumbawa di perantauan sekaligus menjaga identitas dan budaya daerah asal.

Pemkot Malang berharap mahasiswa asal Sumbawa mampu menjaga nama baik daerah, menghormati keberagaman, serta ikut mempertahankan situasi Kota Malang yang aman, nyaman, dan kondusif.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *