JOMBANG, Sudutkota.id – Harga gabah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih bertahan tinggi menjelang peralihan musim kemarau ke musim hujan.
Harga gabah di tingkat petani kini mencapai Rp7.800 hingga Rp7.900 per kilogram. Kondisi ini dinilai memberikan keuntungan lebih besar bagi petani dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Jombang, M. Soleh, mengatakan tingginya harga gabah tidak hanya terjadi di Jombang, tetapi juga di sejumlah daerah sekitar, seperti Ngawi dan Caruban.
Bahkan, harga pembelian gabah di Kabupaten Tuban dilaporkan mencapai Rp8.600 per kilogram.
Menurut Soleh, harga gabah kering sawah yang dibeli pengusaha penggilingan di Jombang dan sejumlah daerah sekitarnya berada di kisaran Rp8.200 per kilogram. Sementara harga yang diterima petani umumnya berkisar Rp7.800 hingga Rp7.900 per kilogram.
“Jadi gabah kering sawah kami ambil Rp8.200 per kilogram. Di Ngawi, Caruban, dan Jombang berkisar segitu. Di Tuban itu sampai tembus Rp8.600 per kilogram,” ujar Soleh, Minggu (1/11/2026).
Ia menjelaskan, harga Rp8.200 per kilogram merupakan nilai pembelian gabah di tingkat penggilingan. Sedangkan harga di tingkat petani lebih rendah karena terdapat perbedaan tahapan transaksi dalam rantai perdagangan hasil panen.
Meski demikian, harga gabah yang mendekati Rp8.000 per kilogram tersebut dinilai cukup menguntungkan bagi petani.
Menurut Soleh, capaian harga saat ini tergolong tinggi dibandingkan kondisi perdagangan gabah pada tahun-tahun sebelumnya. “Ini sudah bagus, karena dulu tidak sampai segitu,” ucapnya.
Di sisi lain, tingginya harga gabah juga menjadi perhatian para pengusaha penggilingan padi. Sebab, kenaikan harga bahan baku di tingkat petani turut memengaruhi biaya pengadaan gabah bagi pelaku usaha pengolahan beras.
Perbedaan harga gabah di sejumlah daerah sekitar Jombang juga menunjukkan adanya variasi nilai jual berdasarkan wilayah. “Harga pembelian di Tuban yang mencapai Rp8.600 per kilogram tercatat lebih tinggi dibandingkan harga di Jombang, Ngawi, dan Caruban,” pungkasnya.
Dengan harga gabah yang masih bertahan tinggi, petani berpeluang memperoleh pendapatan lebih baik dari hasil panen, meskipun kondisi tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha penggilingan padi dalam menjaga biaya produksi beras.





















