JOMBANG, Sudutkota.id – Pembangunan Jembatan Kudubanjar yang menghubungkan Kecamatan Kudu dan Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, terus dikebut. Setelah terputus sejak akhir 2019, jembatan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal Desember 2026 mendatang.
Bupati Jombang, Warsubi meninjau langsung progres pembangunan jembatan yang berada di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Jumat (30/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengerjaan infrastruktur strategis tersebut berjalan sesuai target.
Dalam kunjungannya, Warsubi melihat langsung proses perakitan rangka jembatan menggunakan konstruksi Bailey. Ia menegaskan, penyelesaian Jembatan Kudubanjar menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang untuk memulihkan akses transportasi sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Penyelesaian Jembatan Kudubanjar ini merupakan komitmen Pemkab Jombang dalam meningkatkan aksesibilitas warga. Kami berharap pengerjaan ini selesai sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas harian hingga percepatan jalur distribusi hasil pertanian di kawasan Kudu dan Ngusikan,” ujar Warsubi.
Menurutnya, aspek keamanan dan standar kelayakan konstruksi menjadi perhatian utama sebelum jembatan tersebut dibuka untuk masyarakat.
“Pengoperasian secara penuh diperkirakan dapat dimulai pada awal Desember, dengan syarat jembatan telah dinyatakan layak berdasarkan hasil pengujian,” jelasnya.
Warsubi berharap kembali berfungsinya Jembatan Kudubanjar dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat, khususnya warga di Kecamatan Kudu dan Ngusikan.
“Harapan kita, begitu jembatan ini beroperasi penuh, mobilitas warga semakin lancar dan perekonomian kawasan kembali bergeliat. Akses infrastruktur yang baik sangat penting untuk menunjang aktivitas sosial maupun kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Ir. Dian Kusuma Rahmad Subekti, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa progres fisik pembangunan Jembatan Kudubanjar menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, realisasi pengerjaan telah melampaui target yang ditetapkan.
Berdasarkan laporan progres minggu ke-12 periode 18–24 Oktober 2026, pembangunan jembatan telah mencapai 70,913 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target rencana sebesar 52,428 persen, sehingga terdapat deviasi positif atau surplus sebesar 18,485 persen.
“Per hari ini, progres pengerjaan sudah mencapai 70,913 persen. Rangka Jembatan Bailey diperkirakan tersambung pada awal November. Setelah penyambungan rampung, pengerjaan dilanjutkan dengan pemasangan lantai jembatan yang diproyeksikan selesai pada pertengahan November,” terangnya.
Setelah seluruh tahapan konstruksi selesai, jembatan akan menjalani pengujian kelayakan sebelum dioperasikan secara penuh.
“Dengan progres yang telah melampaui target tersebut, Pemkab Jombang optimistis pembangunan Jembatan Kudubanjar dapat diselesaikan sesuai jadwal,” pungkasnya.





















