KOTA MALANG, Sudutkota.id – Pengembangan fasilitas kesehatan melalui pembangunan gedung baru harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan. Penambahan infrastruktur rumah sakit tidak boleh sekadar memperbesar kapasitas bangunan, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Hal tersebut ditegaskan Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S., saat menghadiri peresmian dua gedung baru Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang, yakni Gedung Darunnajah dan Darussyifa, Minggu (1/11/2026).
Amithya mengapresiasi langkah RSI Aisyiyah Malang dalam mengembangkan fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, pembangunan dua gedung tersebut merupakan upaya positif untuk memperkuat kapasitas rumah sakit sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin berkembang.
“Pertama, tentu kami mengapresiasi pengembangan RSI Aisyiyah Malang melalui peresmian dua gedung baru ini. Ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan. Harapannya, pengembangan tersebut benar-benar diikuti peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Amithya.
Ia menegaskan, keberhasilan pengembangan rumah sakit tidak cukup hanya dilihat dari bertambahnya gedung maupun fasilitas medis yang tersedia. Lebih dari itu, masyarakat harus merasakan secara langsung perubahan kualitas pelayanan setelah fasilitas baru dioperasikan.
“Jangan sampai pengembangan hanya terlihat dari sisi fisik bangunan. Yang paling penting adalah bagaimana fasilitas tersebut mampu menunjang pelayanan yang lebih baik, lebih cepat, dan semakin berkualitas bagi pasien,” jelasnya.
Amithya juga menyoroti kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian penting dari pengembangan fasilitas kesehatan. Menurutnya, gedung yang semakin representatif harus didukung tenaga kesehatan dan seluruh petugas pelayanan yang kompeten, profesional, serta memiliki komitmen terhadap kebutuhan pasien.
“Fasilitas yang bagus harus dibarengi dengan kesiapan SDM. Dokter, perawat, tenaga medis, maupun seluruh petugas pelayanan harus memiliki kompetensi dan profesionalitas. Sebab, kualitas rumah sakit juga sangat ditentukan oleh bagaimana tenaga kesehatan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Selain peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, ia mengingatkan agar keselamatan, kenyamanan, dan hak pasien tetap menjadi prioritas utama. Sistem pelayanan harus berjalan dengan baik sehingga setiap pasien memperoleh penanganan yang tepat, aman, dan manusiawi.
“Keselamatan pasien harus menjadi perhatian utama. Rumah sakit tidak hanya dituntut memiliki peralatan dan fasilitas yang lengkap, tetapi juga harus memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar. Pasien harus mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan manusiawi,” tegas Amithya.
Lebih lanjut, ia berharap pengembangan RSI Aisyiyah Malang dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Tidak hanya melayani masyarakat Kota Malang, keberadaan fasilitas baru tersebut diharapkan juga mampu memberikan manfaat bagi warga dari berbagai daerah di sekitarnya.
“Harapan kami, dengan bertambahnya kapasitas dan fasilitas ini, jangkauan pelayanan RSI Aisyiyah semakin luas. Artinya, manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat Kota Malang, tetapi juga masyarakat dari daerah sekitar yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” terangnya.
Amithya juga menilai sinergi antara pengelola rumah sakit dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut penting agar pengembangan fasilitas kesehatan berjalan searah dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
“Rumah sakit dan pemerintah daerah tentu memiliki peran masing-masing. Karena itu, sinergi harus terus dibangun agar pengembangan fasilitas kesehatan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Orientasinya tetap pada peningkatan pelayanan dan kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan,” ungkapnya.
Ia berharap peresmian Gedung Darunnajah dan Darussyifa tidak berhenti sebagai penanda bertambahnya infrastruktur RSI Aisyiyah Malang. Momentum tersebut harus menjadi dorongan untuk terus berbenah, meningkatkan standar pelayanan, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan kesehatan.
“Pada akhirnya, yang menjadi ukuran adalah manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami berharap RSI Aisyiyah terus berkembang, menjaga kualitas pelayanan, meningkatkan profesionalitas SDM, dan menjadikan keselamatan pasien sebagai prioritas. Dengan begitu, kehadiran dua gedung baru ini benar-benar memberikan kontribusi bagi pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkas Amithya.





















