Daerah

Gedung Baru RSI Aisyiyah Malang Diresmikan, Wahyu Tekankan Kualitas Layanan Jangan Kalah dari Kemegahan Fasilitas

4
×

Gedung Baru RSI Aisyiyah Malang Diresmikan, Wahyu Tekankan Kualitas Layanan Jangan Kalah dari Kemegahan Fasilitas

Share this article
Gedung Baru RSI Aisyiyah Malang Diresmikan, Wahyu Tekankan Kualitas Layanan Jangan Kalah dari Kemegahan Fasilitas
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama jajaran pejabat RSI Aisyiyah Malang saat menekan tombol peluncuran (launching) gedung dan fasilitas baru RSI Aisyiyah Malang, Minggu (1/11/2026).(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Peresmian gedung baru Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang tidak boleh hanya menjadi penanda bertambahnya bangunan dan fasilitas kesehatan.

Peningkatan mutu pelayanan, profesionalisme tenaga medis hingga keselamatan pasien harus menjadi prioritas agar pembangunan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan itu ditegaskan Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., saat menghadiri peresmian gedung dan fasilitas baru RSI Aisyiyah Malang, Minggu (1/11/2026).

Wahyu mengatakan, pengembangan fasilitas rumah sakit tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Malang bersama Wakil Wali Kota, yakni Ngalam Tahes atau Malang Sehat. Karena itu, Pemkot Malang memberikan dukungan terhadap pembangunan RSI Aisyiyah sejak peletakan batu pertama hingga penyelesaian fasilitas pendukungnya.

“Atas nama Pemerintah Kota Malang, kami menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran RSI Aisyiyah Malang atas terbangunnya gedung ini. Semoga dengan penambahan fasilitas tersebut, kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat,” ujar Wahyu.

Namun, pembangunan rumah sakit tersebut bukan tanpa persoalan. Wahyu mengungkapkan, proses pembangunan menghadapi sejumlah tantangan, terutama karena kawasan RSI Aisyiyah dikelilingi empat ruas jalan yang juga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sekitar.

Bahkan, aktivitas warga sempat terdampak selama proses pembangunan berlangsung. Penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di belakang kawasan rumah sakit juga menjadi persoalan tersendiri yang membutuhkan pendekatan secara persuasif.

“Memang sejak awal pembangunan sampai sekarang terdapat sejumlah tantangan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar rumah sakit. Ada aktivitas warga yang terganggu, termasuk keberadaan PKL yang tidak mudah untuk dipindahkan,” jelasnya.

Menurut Wahyu, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan komunikasi dan kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari RT, RW, lurah, camat hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dilibatkan agar pembangunan tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi lingkungan.

Persoalan lainnya adalah pembangunan jembatan penyeberangan yang menjadi fasilitas pendukung akses rumah sakit. Wahyu menyebut, fasilitas tersebut merupakan yang pertama di Kota Malang sehingga proses perizinan dan penyesuaiannya harus mengikuti regulasi yang berlaku.

“Jembatan penyeberangan ini pertama kali ada di Kota Malang. Karena itu, kami harus menyesuaikan dengan regulasi dan persyaratan yang ada. Namun, fasilitas tersebut memang dibutuhkan untuk mendukung akses pelayanan RSI Aisyiyah,” tegasnya.

Setelah melalui berbagai tahapan, seluruh pembangunan dan fasilitas pendukung tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Pemkot Malang berharap keberadaan gedung baru itu mampu memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus memberikan manfaat bagi warga di sekitar rumah sakit.

Lebih jauh, Wahyu mengingatkan bahwa kemegahan bangunan dan kelengkapan fasilitas tidak otomatis menjamin kualitas pelayanan. Rumah sakit tetap harus memastikan kemampuan sumber daya manusia, keramahan tenaga kesehatan, profesionalisme, serta keselamatan pasien menjadi bagian utama dari pelayanan.

“Kami menyadari untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal diperlukan kekuatan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari rumah sakit, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan hingga masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang selama ini mengambil peran dalam berbagai bidang pengabdian, termasuk sektor kesehatan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat perlu terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Sinergi ini harus terus diperkuat. Fasilitas yang memadai perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan agar RSI Aisyiyah mampu memberikan pelayanan yang profesional, ramah, humanis, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien,” imbuh Wahyu.

Sementara itu, Direktur RSI Aisyiyah Malang, Hj. Rini Krisnawati, M.Kes., FISQua, menjelaskan bahwa pengembangan rumah sakit di Jalan Sumatra tersebut memiliki konsep yang cukup unik. Kawasan pelayanan terdiri dari beberapa gedung yang diibaratkan seperti pulau-pulau yang saling terhubung.

Menurut Rini, kompleks RSI Aisyiyah terdiri dari tiga gedung utama, yakni Darussalam, gedung pelayanan di Jalan Seram, serta Darusifa Darunajah yang dilengkapi jembatan penghubung.

Gedung Darussalam merupakan bangunan induk yang menjadi pusat pelayanan medis, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat jalan, kamar operasi, hingga berbagai fasilitas penunjang medis.

Tidak hanya itu, gedung tersebut juga diperuntukkan bagi pelayanan khusus seperti Intensive Care Unit (ICU), hemodialisis (HD), catheterization laboratory (Cath Lab), hingga kemoterapi.

“Gedung Darussalam terdiri dari empat blok, yakni Blok A, B, C dan D. Blok A, B dan C masing-masing terdiri dari tiga lantai yang pembangunannya selesai sebelum tahun 2000. Sedangkan Blok D memiliki tujuh lantai dan selesai dibangun pada 2013,” terang Rini.

Sementara gedung di Jalan Seram terdiri dari tiga lantai yang pembangunannya selesai pada 2016. Adapun gedung Darusifa Darunajah beserta jembatan penghubungnya telah rampung dibangun tahun ini melalui proses pengerjaan selama 16 bulan.

“Keunikan rumah sakit kami ini seperti antar-pulau. Ada Pulau Sulawesi, Sumba, Seram dan lainnya. Melalui pembangunan dan penggabungan ini, kami berharap seluruh fasilitas bisa semakin terintegrasi sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih optimal,” jelasnya.

Rini berharap pengembangan tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas rumah sakit, tetapi juga memperluas kontribusi RSI Aisyiyah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Malang dan sekitarnya.

Selain menjalankan fungsi pelayanan kesehatan, RSI Aisyiyah juga berkomitmen mempertahankan fungsi dakwah persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

“Melalui pengembangan ini, kami memohon doa restu dan dukungan semua pihak agar RSI Aisyiyah Malang semakin memberikan kontribusi bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kami ingin terus maju dalam pelayanan dan tumbuh dalam kebermanfaatan,” pungkas Rini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *