Daerah

Klarifikasi Dugaan Buah Tidak Layak di SPPG 3 Lahusa: Tidak Disajikan, Langsung Diganti

14
×

Klarifikasi Dugaan Buah Tidak Layak di SPPG 3 Lahusa: Tidak Disajikan, Langsung Diganti

Share this article
Klarifikasi Dugaan Buah Tidak Layak di SPPG 3 Lahusa: Tidak Disajikan, Langsung Diganti
Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) 3 Lahusa yang menjadi lokasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nias Selatan (Foto:sudutkota.id/Afrianus Wau)

Sudutkota.id – Menanggapi pemberitaan dan video yang beredar luas terkait dugaan penyajian buah tidak layak konsumsi pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) 3 Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, pihak terkait menyampaikan klarifikasi.

Berdasarkan hasil peninjauan dan pemeriksaan langsung ke lokasi, ditemukan bahwa buah yang terekam dalam video tersebut tidak sempat disajikan kepada peserta didik. Ketidaksempurnaan buah tersebut langsung disadari oleh petugas dan segera diganti dengan stok buah yang segar dan layak konsumsi pada saat itu juga.

Pihak pengelola SPPG 3 Lahusa telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh sisa stok buah dan bahan makanan yang tersedia. Seluruh bahan yang dinilai kurang layak telah disisihkan dan diganti dengan bahan baru. Pengawasan terhadap tahap penerimaan, pengecekan, hingga penyajian makanan juga diperketat kembali agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga saat ini belum ada laporan bahwa ada peserta didik yang mengonsumsi buah tersebut maupun mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan dari program MBG di lokasi tersebut.

Menyikapi munculnya usulan penutupan SPPG 3 Lahusa, salah satu tokoh masyarakat setempat, Faudu Buulolo alias Pak Santho, menyampaikan pandangannya kepada awak media.

“Langkah yang tepat saat ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki sistem pengawasan, bukan menutup layanan yang setiap hari menyalurkan gizi bagi ribuan anak di wilayah ini. Kami mengundang semua pihak, baik perwakilan orang tua, tokoh masyarakat, maupun insan pers, untuk turut mengawasi langsung proses penyiapan makanan guna menjamin transparansi dan kepercayaan bersama,” ujar Faudu Buulolo, Sabtu (8/8/2026).

Pihak pengelola mengapresiasi perhatian dan kepedulian masyarakat yang telah menyampaikan keluhan. Segala masukan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan demi menjamin kualitas dan keamanan gizi yang disajikan kepada anak-anak.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *