JOMBANG, Sudutkota.id– Harga cabai dan sejumlah komoditas sayuran di Pasar Legi Jombang mengalami kenaikan di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jombang dalam beberapa pekan terakhir.
Harga cabai rawit kini mencapai Rp73.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp65.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada harga tomat yang sebelumnya Rp7.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
Pantauan di lapak pedagang sayur Pasar Legi Jombang pada Rabu (23/9/2026), menunjukkan harga sejumlah komoditas mengalami perubahan. Pedagang menyebut kondisi cuaca yang tidak menentu turut memengaruhi pasokan dari daerah produksi.
“Cuaca ekstrem membuat harga cabai naik. Cabai sekarang Rp73.000, sebelumnya Rp65.000. Tomat juga naik, dari Rp7.000 sekarang Rp10.000,” ujar Rahayu, pedagang sayur di Pasar Legi Jombang.
Selain cabai rawit dan tomat, beberapa komoditas lainnya juga mengalami kenaikan. Harga cabai keriting naik dari Rp38.000 menjadi Rp43.000 per kilogram, bawang merah dari Rp23.000 menjadi Rp25.000, labu siam dari Rp8.000 menjadi Rp10.000, sawi putih dari Rp8.000 menjadi Rp12.000.
Kemudian harga selada naik dari Rp15.000 menjadi Rp20.000, kobis dari Rp7.000 menjadi Rp9.000, serta telur dari Rp23.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai besar turun dari Rp28.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, buncis dari Rp20.000 menjadi Rp17.000, timun dari Rp13.000 menjadi Rp8.000, wortel dari Rp18.000 menjadi Rp16.000, serta bungkul dari Rp18.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.
Untuk bawang putih, harganya juga turun dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.
Rahayu mengatakan, perubahan harga tersebut dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu. Ketika cuaca ekstrem terjadi, pasokan sejumlah komoditas berkurang sehingga harga mengalami kenaikan. Sebaliknya, komoditas dengan stok melimpah mengalami penurunan harga.
“Kalau cuaca ekstrem, pasokan berkurang, jadi harga naik. Tapi ada juga yang turun karena stok melimpah,” jelasnya.
Kenaikan harga cabai juga dirasakan konsumen. Ika, salah seorang pembeli di Pasar Legi Jombang, mengatakan harga cabai menjadi komoditas yang kenaikannya paling terasa.
“Harga cabai yang naik signifikan terpaksa pembelian dibatasi. Biasanya satu kilogram, sekarang separuhnya, setengah kilogram,” ujarnya.
Pedagang dan konsumen berharap kondisi harga kebutuhan pokok tetap terjangkau sehingga tidak semakin membebani masyarakat.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Anjik Eko Saputro mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan harga di tiga pasar pantauan provinsi, yakni Pasar Pon, Pasar Cukir, dan Pasar Ploso.
Menurut Anjik, kenaikan harga cabai dan sejumlah komoditas tidak hanya dipengaruhi perubahan cuaca yang berdampak terhadap produktivitas. Kenaikan juga dipengaruhi meningkatnya biaya operasional petani.
“Selain disebabkan perubahan cuaca yang memicu penurunan produktivitas dan kenaikan biaya operasional petani, pada bulan Agustus dan September terdapat fenomena demand shock,” katanya.
Ia menjelaskan, demand shock tersebut terjadi karena permintaan sejumlah komoditas meningkat seiring banyaknya kegiatan masyarakat, mulai dari perayaan Agustusan hingga hajatan pada September. “Sedangkan untuk pasokan tidak bertambah dari daerah produsen,” pungkasnya.





















