Sudutkota.id – Kenaikan dividen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada 2026 mendapat apresiasi dari Komisi VI DPR RI.
Namun, capaian keuangan tersebut dinilai tidak cukup jika tidak dibarengi percepatan transformasi digital dan penguatan talenta teknologi di tengah derasnya perkembangan ekonomi kreatif nasional.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar, Firnando H. Ganinduto, menilai kinerja Telkom layak diapresiasi karena mampu membukukan dividen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Telkom melaporkan dividen tahun buku 2025 yang dibagikan pada 2026 mencapai 22 persen, naik dari 21,05 persen pada tahun sebelumnya.
Dari total dividen tersebut, sebesar 11,46 persen menjadi bagian pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas, sementara 10,54 persen diberikan kepada pemegang saham publik.
“Ibu sudah memaparkan bahwa dividen PT Telkom ini tertinggi. Itu kami patut apresiasi karena dividen itu tujuannya untuk rakyat juga,” kata Firnando dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (24/6/2026).
Meski demikian, Firnando mengingatkan bahwa keberhasilan membagikan dividen tidak boleh membuat perusahaan telekomunikasi pelat merah itu berpuas diri. Menurut dia, tantangan terbesar Telkom justru berada pada kemampuan beradaptasi dengan perubahan lanskap ekonomi digital yang bergerak jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan bisnis telekomunikasi konvensional.
Ia menyoroti gencarnya dorongan pemerintah terhadap sektor ekonomi kreatif yang kini semakin bertumpu pada teknologi dan inovasi digital. Dalam situasi tersebut, Telkom dituntut menjadi motor penggerak ekosistem digital nasional, bukan sekadar operator yang menikmati keuntungan dari infrastruktur yang sudah ada.
“Ekonomi kreatif sedang gencar-gencarnya didorong pemerintah. Otomatis talenta digital juga harus mengikuti. PT Telkom jangan sampai tertinggal dari perkembangan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa DPR melihat Telkom tidak cukup hanya menghasilkan laba dan dividen tinggi. Sebagai perusahaan milik negara yang menguasai sektor strategis telekomunikasi, Telkom dinilai harus mampu melahirkan inovasi, mengembangkan talenta digital, serta memperkuat daya saing industri nasional di tengah persaingan platform teknologi global.
Firnando bahkan mengingatkan bahwa dunia teknologi berkembang sangat cepat dan berisiko meninggalkan perusahaan yang gagal bertransformasi.
“Digital talent itu harus ada di PT Telkom. Jangan sampai dunia teknologi yang terus bergerak ini justru membuat Telkom tertinggal ketika ekonomi kreatif sedang dikejar pemerintah,” pungkasnya
Dalam kesempatan yang sama, Firnando juga menyampaikan ucapan selamat kepada Dian Siswarini yang kembali dipercaya memimpin Telkom sebagai Direktur Utama. Menurut dia, penunjukan kembali Dian menjadi bukti pemerintah menilai kepemimpinannya berhasil menjaga kinerja perusahaan.
Firnando mengaku masih mengingat ketika Dian pertama kali masuk ke Telkom dari sektor swasta. Saat itu, ia mengingatkan bahwa mengelola perusahaan negara memiliki tantangan birokrasi yang jauh berbeda dibanding korporasi swasta.
“Hari ini Ibu terpilih kembali. Itu membuktikan bahwa Ibu Dian berprestasi dan diinginkan pemerintah untuk mewakili PT Telkom,” tutupnya.




















