KOTA MALANG, Sudutkota.id – Upaya memperkuat penanganan kegawatdaruratan jantung di Malang Raya mendapat dukungan melalui peluncuran ambulans PERKI Cabang Malang dalam rangkaian World Heart Day 2026 di halaman Mini Block Office (MBO) Balai Kota Malang, Minggu (27/9/2026).
Peluncuran ambulans tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat. Kegiatan juga dihadiri jajaran Pemerintah Kota Malang, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur kepolisian.
Kehadiran ambulans khusus tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan World Heart Day 2026 di Kota Malang. Ambulans diproyeksikan mendukung respons cepat terhadap kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular, terutama sebelum pasien mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Wahyu mengatakan, persoalan kesehatan jantung tidak seharusnya baru mendapat perhatian ketika seseorang sudah mengalami kondisi darurat. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan harus dimulai dari pencegahan, mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan serta melakukan pemeriksaan secara berkala.
“Menjaga jantung bukan hanya tentang apa yang dilakukan saat sakit, tetapi juga bagaimana kita mencegah, mengenali tanda-tanda, dan menjaga kesehatan sejak dini,” ujar Wahyu.
Ia menilai momentum World Heart Day 2026 menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh. Terlebih, kampanye global tahun ini mengusung tema “Don’t Miss a Beat”, yang menekankan pentingnya mengenali tanda dan gejala penyakit kardiovaskular yang terkadang tidak disadari.
Wahyu mengajak masyarakat Kota Malang tidak menganggap sepele perubahan atau keluhan yang muncul pada tubuh.
Menurutnya, pola hidup sehat harus dibangun melalui kebiasaan sederhana namun konsisten. Masyarakat didorong untuk lebih aktif bergerak, menjaga pola makan dan pola hidup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Jangan abaikan setiap tanda dari tubuh dan jangan lewatkan kesempatan untuk menjaga kesehatan jantung,” tegasnya.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan penyakit jantung. Karena itu, kegiatan World Heart Day tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga pemeriksaan kesehatan, jalan sehat, edukasi kesehatan jantung dan berbagai aktivitas kebugaran.
“Mulailah dari langkah sederhana, dengan lebih aktif bergerak, jaga pola hidup sehat, rutin memeriksakan kesehatan, dan dengarkan setiap denyut jantung kita,” kata Wahyu.
Peluncuran ambulans PERKI Cabang Malang juga menjadi perhatian tersendiri. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem respons kegawatdaruratan kardiovaskular di Malang Raya.
Sejumlah laporan mengenai kegiatan tersebut menyebut ambulans PERKI Malang diluncurkan untuk memperkuat respons cepat terhadap pasien dengan kondisi kegawatdaruratan jantung.
Hal ini dinilai penting karena penanganan awal dalam kondisi kegawatdaruratan membutuhkan respons yang cepat dan tepat. Dengan dukungan sarana transportasi medis, proses penanganan pasien diharapkan dapat lebih terintegrasi hingga mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.
World Heart Day 2026 sendiri membawa pesan “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, mengingatkan bahwa gangguan kardiovaskular dapat muncul dengan tanda yang tidak selalu dikenali sejak awal.
Karena itu, Wahyu kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap jantung.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kesehatan sejak dini. Bergerak lebih aktif, menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan,” pungkas Wahyu.





















