Daerah

Satlantas Polresta Malang Kota Bidik Kesadaran Pelajar, Alkohol hingga Balap Liar Jadi Ancaman Keselamatan

10
×

Satlantas Polresta Malang Kota Bidik Kesadaran Pelajar, Alkohol hingga Balap Liar Jadi Ancaman Keselamatan

Share this article
Satlantas Polresta Malang Kota Bidik Kesadaran Pelajar, Alkohol hingga Balap Liar Jadi Ancaman Keselamatan
Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Rio saat menyerahkan hadiah helm keselamatan kepada salah satu siswa SMP Negeri 22 Kota Malang yang berhasil menjawab pertanyaan dalam edukasi tertib berlalu lintas.(Sudutkota.id/Istimewa)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Ancaman kecelakaan lalu lintas tidak hanya bersumber dari kelalaian pengendara, tetapi juga perilaku berisiko yang kerap muncul di kalangan remaja.

Konsumsi alkohol, penyalahgunaan narkotika, berkendara ugal-ugalan hingga aksi balap liar menjadi sejumlah persoalan yang perlu dicegah sejak dini.

Menyikapi hal tersebut, Satlantas Polresta Malang Kota memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas dengan menyasar lingkungan pendidikan. Kali ini, SMP Negeri 22 Kota Malang menjadi lokasi sosialisasi melalui program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah, Senin (2/11/2026).

Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Rio Angga Prasetyo, S.I.K., M.M, bersama Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Iptu Juana dan sejumlah personel hadir langsung memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya mematuhi aturan serta mengenali berbagai faktor yang dapat memicu kecelakaan di jalan raya.

Kompol Rio menegaskan, edukasi kepada pelajar bukan sekadar mengenalkan rambu maupun aturan berkendara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi langkah pencegahan untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki kesadaran terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Melalui program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah, kami ingin membangun kesadaran pelajar agar lebih disiplin, memahami aturan, dan menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” jelas Kompol Rio.

Dalam kesempatan tersebut, Satlantas juga menyosialisasikan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif. Kompol Rio memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa untuk menguji pemahaman mereka mengenai keselamatan berlalu lintas. Pelajar yang berani maju dan mampu menjawab pertanyaan diberikan hadiah helm keselamatan.

Pemberian helm tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perlengkapan keselamatan bukan sekadar aksesori, melainkan pelindung penting untuk meminimalkan risiko cedera ketika terjadi kecelakaan.

Materi kemudian diperkuat Bripka Ratih melalui praktik penggunaan helm yang benar. Para siswa diperlihatkan cara memilih helm berstandar keselamatan, memastikan posisi helm tepat di kepala, serta mengunci tali pengikat hingga terpasang kuat.

Sementara itu, Iptu Juana mengingatkan bahwa pelanggaran lalu lintas yang dianggap sepele dapat berujung pada kecelakaan serius. Terlebih apabila seseorang berkendara dalam kondisi terpengaruh alkohol maupun narkotika.

Menurutnya, kedua zat tersebut dapat mengganggu konsentrasi, memperlambat respons, serta menurunkan kemampuan seseorang dalam mengendalikan kendaraan dan mengambil keputusan ketika menghadapi situasi berbahaya di jalan.

“Pelanggaran lalu lintas bukan persoalan sepele. Apalagi berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun narkotika. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan karena kemampuan berkonsentrasi dan merespons situasi jalan menjadi terganggu,” tegas Iptu Juana.

Ia juga menekankan bahwa dampak kecelakaan tidak berhenti pada pengendara yang melakukan pelanggaran. Pengguna jalan lain yang tidak mengetahui atau terlibat dalam tindakan tersebut juga berpotensi menjadi korban.

Bahkan, keluarga korban harus menghadapi konsekuensi panjang, mulai dari cedera fisik, trauma psikologis hingga beban ekonomi akibat kecelakaan.

Karena itu, para siswa diminta tidak mencoba alkohol maupun narkotika serta berani menolak ajakan teman yang mengarah pada perilaku berbahaya.

Juana juga memberikan penekanan agar pelajar tidak terlibat dalam aksi ugal-ugalan, berboncengan melebihi kapasitas, maupun balap liar yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kami berharap para siswa mampu menerapkan materi yang telah diberikan dan berani mengingatkan teman sebaya agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan di jalan raya, seperti berkendara ugal-ugalan, berboncengan lebih dari satu orang, hingga balap liar,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *