JOMBANG, Sudutkota.id – Sebanyak 200 unit becak listrik diserahkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Jombang untuk mendukung mobilitas masyarakat dan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Bantuan becak listrik tersebut diserahkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) atas dukungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Serah terima berlangsung di Pendopo Kabupaten Jombang.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu operasional harian para pengayuh becak lokal sekaligus menunjang kebutuhan transportasi ribuan peserta dan penggembira Muktamar NU ke-35 yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
Bupati Jombang, H. Warsubi, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan Yayasan GSN. Menurutnya, penggunaan becak listrik dapat membantu mengurangi beban fisik para pengayuh becak, terutama mereka yang telah berusia lanjut.
“Bantuan ini sangat membantu warga kami yang setiap hari mengandalkan tenaga untuk keluarga. Dengan becak listrik, mereka dapat bekerja lebih ringan, menghemat tenaga, dan meningkatkan produktivitas, khususnya bagi para tukang becak berusia lanjut,” kata Warsubi, Selasa (25/8/2026).
Sementara itu, perwakilan GSN, Dimas Ramadan, mengatakan alokasi 200 unit becak listrik tersebut dipercepat untuk Jawa Timur guna merespons kebutuhan mobilitas selama Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Ia meminta para penerima menjaga dan memanfaatkan becak listrik tersebut sesuai peruntukannya.
“Becak ini mohon diawasi, jangan sampai dijual, disewakan, atau digadaikan. Tolong dimanfaatkan betul untuk mengais rezeki,” ujar Dimas.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdul Rozaq Sholeh, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Kabupaten Jombang atas dukungan terhadap persiapan pelaksanaan Muktamar NU.
Menurutnya, persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
“Alhamdulillah, saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Bupati Jombang yang telah membantu persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-35 ini. Insyaallah sudah mencapai 90 persen saat ini,” ujar Abdul Rozaq.
Ia menjelaskan, 200 unit becak listrik tersebut tidak hanya menjadi modal kerja bagi pengayuh becak, tetapi juga disiagakan untuk melayani mobilitas tamu dan peserta Muktamar NU.
“Armada tersebut nantinya digunakan untuk mengantar peserta dari lokasi penginapan menuju venue atau lokasi acara Muktamar ke-35 NU,” paparnya.
Untuk memastikan layanan transportasi berjalan optimal, panitia lokal menyiapkan skema khusus bagi para pengayuh becak listrik yang terdaftar.
Para pengayuh becak tidak diperbolehkan menarik tarif dari peserta Muktamar. Biaya operasional mereka akan ditanggung panitia sebesar Rp150.000 per hari.
“Nanti abang-abang becak mendaftar ke panitia. Setiap hari diberikan uang saku Rp150.000, sehingga layanan untuk peserta Muktamar sepenuhnya gratis. Becak akan dipasang identitas resmi dan pengemudinya diberi seragam,” terang KH Abdul Rozaq Sholeh.
Dengan skema tersebut, peserta Muktamar dapat memanfaatkan layanan becak listrik tanpa harus membayar ongkos perjalanan.
Serah terima bantuan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Bupati Jombang dan perwakilan penerima bantuan.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, KH Abdul Rozaq Sholeh, perwakilan GSN, serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Jombang Drs. Purwanto, MKP.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan becak listrik secara simbolis kepada perwakilan penerima.
Menutup kegiatan, Bupati Jombang Warsubi menjajal langsung becak listrik tersebut. Ia mengendarainya dari halaman Pendopo Kabupaten Jombang menuju kawasan Alun-Alun Jombang sebelum kembali ke Pendopo.




















