KOTA MALANG, Sudutkota.id – Penantian panjang warga RT 03/RW 07 Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, akhirnya terbayar. Gang sepanjang sekitar 120 meter yang selama bertahun-tahun kondisinya tidak layak, kini telah dipaving melalui program RT Berkelas Pemerintah Kota Malang.
Yang menarik, keberhasilan pembangunan tersebut mendapat pengakuan langsung dari Ketua RT setempat. Setelah bertahun-tahun mengusulkan perbaikan, ia akhirnya melihat aspirasi warganya benar-benar terealisasi.
Ketua RT 03/RW 07 Kelurahan Purwodadi, Ponco, mengungkapkan, persoalan jalan tersebut bukan baru muncul beberapa tahun terakhir. Sejak dirinya dipercaya menjadi ketua RT sekitar 20 tahun lalu, kondisi akses lingkungan menjadi salah satu keluhan warga yang terus disampaikan.
“Separuh paving, separuh tidak. Yang sudah ada pun kondisinya sekitar 60 persen karena paving lama sejak 2006,” ujar Ponco, Senin (24/8/2026).
Menurut Ponco, sekitar tujuh tahun terakhir warga semakin intensif mendorong agar jalan tersebut mendapatkan perbaikan. Berbagai jalur usulan bahkan telah ditempuh, termasuk melalui pokok-pokok pikiran (Pokir). Namun, usulan tersebut berkali-kali belum membuahkan hasil.
“Sudah sering saya usulkan melalui Pokir, tetapi gagal terus. Katanya tahun ini, tahun depan, tetapi tidak muncul lagi,” ungkapnya.
Harapan itu akhirnya terealisasi melalui program RT Berkelas. Pengerjaan paving sepanjang kurang lebih 120 meter tersebut rampung pada Juli 2026.
Ponco menyebut anggaran pengerjaan mencapai lebih dari Rp40 juta, mendekati Rp50 juta. Sisa anggaran kemudian dimanfaatkan untuk membeli pot tanaman dan bunga guna mempercantik lingkungan.
“Anggarannya hampir Rp50 juta, sekitar Rp40 juta lebih. Kekurangannya dibelikan pot dan bunga,” jelasnya.
Meski pembangunan fisik telah selesai, pekerjaan berikutnya berada di tangan warga. Ponco mengatakan tanaman yang sudah disiapkan membutuhkan perawatan rutin, terutama penyiraman.
Ia berharap warga ikut menjaga hasil pembangunan agar tidak berhenti sebatas proyek fisik.
“Kami tetap koordinasi dengan warga. Secepatnya harus ada yang menyiram,” katanya.
Perubahan kondisi gang itu kini juga mulai memunculkan efek domino. Warga dari gang lain mulai membandingkan kondisi lingkungan mereka dengan akses yang telah diperbaiki.
“Warga sekarang bilang, gang sebelah kok sudah bagus pavingnya. Kapan yang ke selatan?” tutur Ponco.
Bagi Ponco, respons tersebut justru menunjukkan bahwa pembangunan satu lingkungan dapat memunculkan harapan baru di wilayah sekitarnya.
Ia berharap program RT Berkelas tidak berhenti pada pembangunan di satu titik. Sebab, masih terdapat sejumlah akses lingkungan yang membutuhkan perhatian dan perbaikan.
Program RT Berkelas memang mulai menunjukkan hasil di sejumlah lingkungan. Namun, Pemerintah Kota Malang masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan aspirasi warga yang muncul dari tingkat RT benar-benar dapat ditindaklanjuti.
Hal itu disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat melakukan peninjauan langsung ke wilayah Kelurahan Purwodadi, Senin (24/8/2026).
Wahyu mengatakan peninjauan tersebut dilakukan secara spontan setelah dirinya menghadiri kegiatan kejuaraan bulu tangkis di GOR Raya. Ia kemudian memilih wilayah di sekitar kawasan Araya untuk melihat langsung bagaimana pelaksanaan program RT Berkelas di lapangan.
“Saya ingin semacam sidak, seperti apa RT Berkelas. Saya mencari kelurahan yang berdekatan dengan Araya,” kata Wahyu.
Menurutnya, Purwodadi menjadi salah satu wilayah yang dipilih untuk melihat sejauh mana proses program tersebut berjalan di tingkat lingkungan.
Wahyu menjelaskan, RT Berkelas tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fisik. Program tersebut diawali dari proses rembuk di tingkat RT untuk menentukan kebutuhan prioritas masyarakat.
Usulan kemudian dikoordinasikan antarrukun warga agar tidak terjadi tumpang tindih. Selanjutnya, pemerintah kelurahan dan kecamatan memberikan pendampingan untuk memastikan usulan yang diajukan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Dari hasil peninjauan, Wahyu menilai pelaksanaan program di Purwodadi telah berjalan sesuai tahapan yang dirancang. Namun, pemerintah juga dituntut tidak berhenti pada daftar usulan awal. Aspirasi baru yang muncul setelah pembangunan berjalan harus tetap dipetakan agar kebutuhan masyarakat di lingkungan lain tidak terabaikan.
Kondisi di Purwodadi memperlihatkan bagaimana pembangunan satu gang dapat memunculkan permintaan serupa dari warga di gang sebelah. Artinya, keberhasilan RT Berkelas sekaligus menjadi tantangan bagi Pemkot Malang untuk menjaga pemerataan pembangunan hingga tingkat lingkungan terkecil.




















