Daerah

Kemarau Panjang, Ali Muthohirin dan Kapolresta Malang Kota Gelar Sholat Istisqa, Warga Diingatkan Waspada Kebakaran

6
×

Kemarau Panjang, Ali Muthohirin dan Kapolresta Malang Kota Gelar Sholat Istisqa, Warga Diingatkan Waspada Kebakaran

Share this article
Kemarau Panjang, Ali Muthohirin dan Kapolresta Malang Kota Gelar Sholat Istisqa, Warga Diingatkan Waspada Kebakaran
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS mengikuti Sholat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di Masjid Panglima Besar Jenderal Soedirman, kawasan Rampal, Kota Malang.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Ancaman kebakaran di tengah kemarau panjang menjadi perhatian Pemerintah Kota Malang bersama kepolisian.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS menggelar Sholat Istisqa untuk memohon turunnya hujan sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Sholat Istisqa tersebut dilaksanakan, pada Sabtu (24/10/2026) pagi, seusai kegiatan Sholat Subuh Keliling (Suling) di Masjid Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jalan Tumenggung Suryo, kawasan Rampal, Kelurahan Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Ali Muthohirin menegaskan, Sholat Istisqa menjadi ikhtiar bersama untuk memohon rahmat Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik. Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

“Melalui Sholat Istisqa ini, kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan. Semoga kemarau panjang ini segera berakhir, kondisi lingkungan kembali membaik, dan masyarakat terhindar dari berbagai dampak yang ditimbulkan,” ujar Ali.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, upaya menghadapi musim kemarau perlu dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya melalui doa, tetapi juga dengan tindakan nyata untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana.

Ali menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan, terutama ketika kondisi lahan dan tumbuhan mengering sehingga lebih mudah terbakar.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS menegaskan bahwa Sholat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Melalui Sholat Istisqa ini, kami bersama masyarakat memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Di tengah musim kemarau panjang, kita perlu memperkuat doa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama,” ujar Danang.

Danang mengingatkan, kondisi vegetasi yang mengering dapat membuat api cepat menjalar apabila terjadi pembakaran tanpa pengawasan. Karena itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah, ranting, maupun semak belukar, terutama di sekitar permukiman dan kawasan yang memiliki banyak tumbuhan kering.

“Jangan membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar selama kondisi kering. Api kecil sekalipun dapat merambat ketika tertiup angin dan membahayakan rumah maupun lingkungan sekitar. Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.

Selain mengantisipasi kebakaran lahan, Danang meminta warga memastikan kondisi rumah aman sebelum meninggalkannya. Kompor dan instalasi gas harus diperiksa, sementara peralatan listrik beserta sambungannya perlu dipastikan dalam kondisi baik untuk mencegah korsleting.

Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurut Danang, kecepatan penanganan pada tahap awal sangat menentukan agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan kebakaran selama musim kemarau.

Kegiatan tersebut turut diikuti Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar, jajaran pejabat utama Polresta Malang Kota, jamaah Sholat Subuh Keliling, serta jamaah pengajian Pondok Beras.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dan kepolisian dalam kegiatan keagamaan itu sekaligus memperkuat sinergi dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan upaya penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga berperan aktif mengurangi risiko sejak dini.

“Harapan kita, hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik. Sambil berdoa, mari kita menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang memicu kebakaran, dan saling mengingatkan demi keselamatan masyarakat Kota Malang,” pungkas Danang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *