Pendidikan

Ali Muthohirin: Program Polinema Dorong Promosi Wisata dan Budaya ke Dunia Internasional

18
×

Ali Muthohirin: Program Polinema Dorong Promosi Wisata dan Budaya ke Dunia Internasional

Share this article
Ali Muthohirin: Program Polinema Dorong Promosi Wisata dan Budaya ke Dunia Internasional
Peserta internasional mengikuti pembukaan Polinema Immersion Camp 2026 di Balai Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idWakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa kegiatan Polinema International Experiential Learning and Cultural Immersion 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat promosi pariwisata, budaya, sekaligus kolaborasi pendidikan Kota Malang di tingkat global.

Kegiatan yang digelar oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema) tersebut resmi dibuka di Balai Kota Malang dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, China, Thailand, serta sejumlah negara lain dalam jejaring internasional kampus. Program ini melibatkan puluhan peserta asing serta dosen pendamping, dengan total keseluruhan peserta mendekati 100 orang.

Dalam sambutannya, Ali Muthohirin menyampaikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi Polinema yang sejak 2022 terus mengembangkan program International Experiential Learning sebagai ruang kolaborasi lintas negara.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda akademik, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan daerah yang mengintegrasikan pendidikan, pengabdian masyarakat, dan promosi pariwisata Kota Malang.

“Ini kegiatan yang sangat bagus sekali yang diinisiasi oleh Polinema, yaitu Immersion Camp yang diikuti oleh mahasiswa dari Malaysia, Thailand, China, dan beberapa kampus di Jawa Timur. Ini bukan hanya penguatan akademik, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat yang sangat bermanfaat,” ujar Ali Muthohirin.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Malang menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan dampak langsung terhadap penguatan jejaring internasional dan peningkatan citra kota.

“Sejak tahun 2022 kegiatan ini sudah berjalan, dan kami melihat ini sangat bagus untuk menambah ruang belajar, memperluas kolaborasi jaringan kita di tingkat global dan internasional,” lanjutnya.

Ali juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa asing di Kota Malang menjadi peluang besar dalam memperkuat promosi daerah, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kami berkolaborasi dengan lembaga pendidikan, dan ini bagian dari pembangunan yang lebih baik. Dengan pendampingan akademisi Polinema, ini juga membantu promosi Kota Malang ke luar negeri,” jelasnya.

Ia juga menyoroti rencana kegiatan lanjutan berupa kunjungan peserta ke berbagai destinasi di Kota Malang sebagai bagian dari pengenalan budaya dan wisata.

“Setelah ini nanti ada keliling Kota Malang untuk memperkenalkan kota kita. Ini penting untuk branding pariwisata Malang, karena mereka akan membawa pengalaman ini ke negara masing-masing,” tambahnya.

Menurutnya, aspek keramahan masyarakat, kekayaan kuliner, serta sejarah dan budaya Kota Malang menjadi daya tarik utama yang harus terus diperkenalkan kepada dunia internasional.

“Keramahan warga, sejarah kota yang luar biasa, udara yang sejuk, serta kuliner khas Malang itu harus diketahui oleh peserta dari luar negeri. Ini menjadi karakter penting Kota Malang,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi konsep kampus berdampak yang saat ini dikembangkan Polinema.

Ia menyebutkan bahwa program ini menggabungkan kegiatan akademik, pertukaran mahasiswa, serta pengabdian masyarakat dengan melibatkan peserta dari berbagai negara.

“Dan sekaligus kita memperkuat konsep kampus berdampak ke masyarakat. Sehingga kita mengajak kegiatan akademik, termasuk di dalamnya kegiatan pengabdian masyarakat dengan melibatkan berbagai mitra yang ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Thailand, China, serta beberapa negara lain seperti Madagaskar, Yaman, dan Sudan, dengan total sekitar sembilan negara yang terlibat.

“Kita punya sekitar 50 mahasiswa asing yang ikut, dan total keseluruhan peserta sekitar 90 orang. Mereka berasal dari sembilan negara yang berbeda,” jelasnya.

Supriatna menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari dengan berbagai agenda, mulai dari pengenalan heritage Kota Malang, kegiatan akademik, hingga pengabdian masyarakat.

“Program ini kita jalankan selama lima hari. Ada pengenalan heritage Kota Malang, kegiatan akademik di kampus, hingga nanti pengabdian masyarakat di lapangan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa para peserta akan terlibat dalam pembuatan karya atau alat sederhana yang nantinya akan diimplementasikan langsung di lokasi pengabdian masyarakat.

“Setelah dibuat bersama, alat itu nanti akan dibawa ke lokasi pengabdian masyarakat, dipasang, dioperasikan, dan kemudian dimanfaatkan oleh warga,” ungkapnya.

Menutup kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa program seperti ini memiliki dampak positif terhadap penguatan sektor pariwisata Kota Malang.

Ia menilai kehadiran mahasiswa internasional menjadi bagian penting dalam promosi destinasi wisata, budaya, serta ekonomi kreatif daerah.

“Program seperti ini sangat positif karena memberikan dampak langsung pada promosi pariwisata Kota Malang. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menjadi media promosi yang sangat efektif,” ujar Baihaqi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *