DaerahPendidikan

Bupati Sampang: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah Karena Kemiskinan

12
×

Bupati Sampang: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah Karena Kemiskinan

Share this article
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan sambutan saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) perdana di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sampang. (Foto: Sudutkota.id/HBB)

SAMPANG, Sudutkota.id – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) perdana di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sampang, Jumat (31/7/2026).

Sebanyak 335 siswa dari empat kabupaten di Madura mengikuti MPLS sebagai langkah awal sebelum memulai proses belajar mengajar di sekolah berkonsep boarding school atau berasrama tersebut.

Kegiatan Open House dan MPLS digelar di kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sampang, Desa Sejati, Kecamatan Camplong. Acara dihadiri perwakilan Kementerian Sosial RI, Forkopimda dari empat kabupaten di Madura, kepala OPD, tokoh agama, tenaga pendidik, serta orang tua siswa.

Dalam sambutannya, Slamet Junaidi menyebut Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Selamat datang di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sampang. Ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui konsep boarding school,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh keberhasilan program tersebut.

“Tidak boleh ada anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Sampang berkomitmen penuh mendukung keberhasilan Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Bupati juga mengungkapkan Kabupaten Sampang menjadi daerah dengan jumlah peserta didik terbanyak dalam program Sekolah Rakyat di Madura.

Dari total 335 peserta, sebanyak 24 siswa berasal dari jenjang SD, 104 siswa SMP, dan 85 siswa SMA asal Kabupaten Sampang.

Selain pendidikan gratis, para siswa juga memperoleh fasilitas asrama, ruang belajar, tempat ibadah, sarana olahraga, serta pembinaan karakter dan kemandirian selama menempuh pendidikan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Sampang telah menyiapkan lahan pembangunan gedung Sekolah Rakyat serta memperkuat sinergi lintas sektor agar pelaksanaannya berjalan optimal.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Sosial RI, Fajar Wahyu Hermawan, mengatakan Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal, tetapi juga pembentukan karakter, nilai spiritual, dan kemandirian peserta didik.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, masyarakat, dan keluarga menjadi kunci keberhasilan program dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Kegiatan Open House dan MPLS kemudian resmi dibuka oleh Bupati Sampang sebagai penanda dimulainya perjalanan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sampang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *