Daerah

Pawai Kemerdekaan Kota Malang Rampung, Lima Juara Segera Diumumkan

7
×

Pawai Kemerdekaan Kota Malang Rampung, Lima Juara Segera Diumumkan

Share this article
Pawai Kemerdekaan Kota Malang Rampung, Lima Juara Segera Diumumkan
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat berfoto bersama peserta lomba Pawai Kemerdekaan HUT ke-81 RI di Kelurahan Arjowinangun.(Sudutkota.id/Andik Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Pawai Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Malang telah rampung digelar. Namun, siapa yang berhasil menjadi juara masih harus menunggu hasil rekapitulasi tim juri.

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Malang, Yuyun Nanik Ekowati, S.STP., M.Si., mengatakan, pengumuman pemenang belum dilakukan karena proses penilaian dari masing-masing juri masih digabungkan dan direkap.

Hal itu disampaikan Yuyun saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).

“Lomba baru selesai hari Minggu kemarin, tanggal 13 September 2026. Hari ini tim juri menyampaikan nilainya masing-masing dan kemudian akan kita rekap,” ujar Yuyun.

Pawai tersebut diikuti lima perwakilan dari lima kecamatan di Kota Malang. Masing-masing kecamatan mengirimkan satu kelurahan untuk menunjukkan kreativitas dan potensi wilayahnya dalam memeriahkan HUT ke-81 RI.

Kelurahan yang menjadi wakil masing-masing kecamatan yakni Kelurahan Bandungrejosari mewakili Kecamatan Sukun, Kelurahan Arjowinangun mewakili Kecamatan Kedungkandang, Kelurahan Dinoyo mewakili Kecamatan Lowokwaru, Kelurahan Pandanwangi mewakili Kecamatan Blimbing, serta Kelurahan Gading Kasri mewakili Kecamatan Klojen.

Menurut Yuyun, kegiatan tersebut sejak awal memang tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi untuk memperebutkan hadiah. Pemkot Malang ingin menjadikan pawai sebagai ruang untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam merayakan momentum kemerdekaan.

“Yang menjadi titik poinnya bukan lombanya, tetapi adanya partisipasi masyarakat, adanya euforia di masyarakat dalam memperingati HUT RI,” tegasnya.

Untuk menentukan pemenang, Pemkot Malang melibatkan tim juri dari lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Asisten Administrasi Pemerintahan serta Bagian Pemerintahan.

Penilaian tidak hanya melihat kemeriahan pawai. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai kesesuaian tema dengan HUT RI, partisipasi masyarakat hingga pengembangan potensi yang ada di masing-masing wilayah.

“Yang pertama menjadi penekanan, ada kriteria-kriteria untuk penilaian lomba ini, termasuk kesesuaian tema dengan HUT RI, kemudian adanya partisipasi masyarakat dan pengembangan potensi yang ada di masyarakat masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga wajib mematuhi ketentuan Pemkot Malang mengenai penggunaan sound horeg. Larangan tersebut menjadi salah satu bagian yang harus diperhatikan peserta selama kegiatan berlangsung.

“Harus sesuai dengan surat edaran Bapak Wali Kota Malang, yang mana terkait dengan peringatan lomba tidak boleh menggunakan sound horeg. Itu juga harus dipatuhi oleh peserta lomba,” katanya.

Dari lima peserta tersebut nantinya akan ditetapkan Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan 1 dan Harapan 2.

Yuyun menegaskan, penghargaan yang diberikan bukan semata-mata mengenai besaran uang yang diterima. Piala, piagam penghargaan dari Wali Kota Malang dan hadiah uang disiapkan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap masyarakat yang telah berpartisipasi.

“Bukan dilihat dari nominal jumlah uang yang diberikan, tetapi bagaimana Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat yang sudah berperan aktif untuk memperingati HUT RI,” ungkapnya.

Pengumuman sekaligus penyerahan hadiah rencananya dilakukan pada apel pagi Senin pekan depan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Malang menjalankan kegiatan secara efisien.

“Penyerahan hadiah lomba ini nanti kita barengkan saat apel pagi hari Senin. Insyaallah kami rencanakan Senin minggu depan,” tutur Yuyun.

Tak hanya aspek sosial dan budaya, pawai juga dinilai memberikan dampak ekonomi. Ramainya masyarakat yang menyaksikan pawai membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berjualan di sepanjang jalur kegiatan.

“Dengan adanya peringatan HUT RI ini yang melibatkan banyak masyarakat, pasti UMKM yang ada di sekitar ikut merasakan dampak positif karena banyak juga yang berjualan di sepanjang jalur pawai,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *