Olahraga

Derby Jatim Memanas, Malang Raya Pasang Taruhan Besar Keamanan Jadi Harga Mati

21
×

Derby Jatim Memanas, Malang Raya Pasang Taruhan Besar Keamanan Jadi Harga Mati

Share this article
Derby Jatim Memanas, Malang Raya Pasang Taruhan Besar Keamanan Jadi Harga Mati
Sejumlah poin komitmen bersama tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani jelang laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya, berisi penegasan menjaga keamanan, ketertiban, serta penyelesaian konflik secara damai demi kelancaran pertandingan.(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.id – Menjelang laga sarat gengsi antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung pada 28 April 2026, Malang Raya tak ingin sekadar menjadi penyelenggara.

Lebih dari itu, seluruh elemen dipaksa bersatu memastikan satu hal, yakni tragedi tak boleh terulang, keamanan menjadi harga mati.

Keseriusan itu ditunjukkan lewat konsolidasi akbar yang digelar di Pendopo Panji, Minggu (5/4/2026) sore kemarin.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan Aremania, hingga koordinator lapangan suporter dari berbagai daerah Malang, Blitar, hingga Pasuruan hadir dalam satu forum.

Agenda utamanya jelas, menyamakan persepsi, mempertegas komitmen, dan menutup celah kerawanan sekecil apa pun.

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar formalitas atau kegiatan seremonial belaka.

“Sepak bola bukan hanya tontonan. Ini ruang pembelajaran sosial, budaya, bahkan ekonomi. Di dalamnya ada nilai sportivitas, solidaritas, dan pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, pengelolaannya tidak boleh sembrono,” tegasnya, Senin (6/4/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap pertandingan, apalagi derby panas, selalu membawa potensi risiko yang tak bisa dianggap remeh.

Firmando menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor. Mulai dari aspek pengamanan, kesiapan infrastruktur stadion, hingga pengelolaan arus suporter menjadi perhatian serius.

“Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena militansi suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya. Stadion harus menjadi ruang aman, nyaman, dan membanggakan,” ujarnya.

Di sisi lain, pernyataan tersebut juga menjadi tantangan terbuka bagi semua pihak. Terutama suporter, untuk membuktikan bahwa stigma negatif selama ini bisa dipatahkan.

Presiden Klub Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut konsolidasi ini sebagai momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan laga tidak bisa hanya dibebankan pada aparat keamanan.

“Sepak bola ini milik bersama. Tanpa sinergi antara pemerintah, klub, dan suporter, mustahil tercipta kondisi yang ideal. Kami ingin sepak bola menjadi pemersatu, bukan pemicu konflik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah, mulai dari regulasi, pembenahan infrastruktur, hingga pembinaan usia dini. Menurutnya, fondasi kuat sepak bola tidak hanya dibangun di level pertandingan, tetapi juga dari sistem yang berkelanjutan.

“Peran Aremania sangat besar. Ini kekuatan utama, sekaligus penentu wajah sepak bola Malang Raya ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, legenda Arema sekaligus salah satu pendiri klub, Ovan Tobing, menyampaikan pesan yang lebih tajam dan reflektif. Ia mengajak seluruh elemen untuk benar-benar bercermin dari masa lalu dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

“Kita harus berani berubah. Yang dinilai bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa laga ini akan menjadi sorotan publik nasional, bahkan internasional. Karena itu, Malang Raya dituntut menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah yang bertanggung jawab.

“Cukup satu kejadian di masa lalu. Jangan sampai terulang. Ini soal harga diri dan marwah daerah,” tegasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *