Sudutkota.id – Atmosfer laga pamungkas Super League 2025/2026 dipastikan bakal membakar semangat ribuan Aremania di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat sore (22/5/2026).
Menghadapi tingginya antusiasme publik dalam duel penutup Arema FC kontra PSIM Yogyakarta, Polres Malang membangun sistem pengamanan berlapis dengan menerjunkan lebih dari seribu personel gabungan.
Langkah pengamanan besar-besaran itu diputuskan dalam rapat koordinasi eksternal yang dipimpin langsung Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi di Mapolres Malang, Selasa (19/5/2026) kemarin.
Rakor tersebut melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Malang, panitia pelaksana pertandingan, steward stadion, hingga jajaran dinas terkait.
Bagi masyarakat Malang, pertandingan Arema FC bukan sekadar tontonan olahraga. Sepak bola telah menjadi identitas dan denyut emosi warga. Karena itu, laga terakhir musim ini diprediksi menyedot lautan penonton yang memadati kawasan Stadion Kanjuruhan sejak siang hari.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan seluruh unsur pengamanan diminta bekerja maksimal dan memahami tanggung jawab masing-masing demi mencegah munculnya gangguan keamanan sekecil apa pun.
“Pertandingan terakhir Arema FC sekaligus penutup kompetisi liga diharapkan bisa berjalan dengan baik, lancar, dan kondusif. Seluruh unsur pengamanan harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar AKBP Muhammad Taat Resdi.
Dalam rapat tersebut, polisi memetakan sejumlah titik rawan baik di area tribun, pintu masuk stadion, jalur parkir, hingga akses jalan menuju Kanjuruhan. Pengamanan difokuskan pada upaya preventif agar potensi kericuhan, kepadatan massa, maupun pelanggaran aturan stadion dapat ditekan sejak awal.
Petugas akan memperketat pemeriksaan suporter di seluruh gate masuk stadion. Sistem body checking dilakukan berlapis untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa masuk ke tribun.
Polisi secara tegas melarang suporter membawa flare, petasan, minuman keras, senjata tajam, hingga benda-benda berbahaya lainnya. Selain membahayakan keselamatan penonton, penggunaan flare juga berpotensi memicu sanksi berat dan denda besar dari operator liga terhadap klub tuan rumah.
“Petugas pengamanan tetap melaksanakan pengecekan secara detail terhadap suporter yang akan memasuki stadion. Kami juga mengimbau agar tidak membawa flare, minuman keras, senjata tajam, maupun barang terlarang lainnya,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada keamanan di dalam stadion, Polres Malang juga mengantisipasi kemacetan besar di kawasan Kepanjen. Pasalnya, jadwal pertandingan yang berlangsung Jumat sore diperkirakan bersamaan dengan jam pulang kerja masyarakat dan kedatangan ribuan Aremania dari berbagai daerah.
Satlantas Polres Malang pun telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan menuju Stadion Kanjuruhan. Beberapa jalur diprediksi akan mengalami pengalihan arus dan penebalan personel untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Langkah tersebut dilakukan agar arus kendaraan penonton, warga sekitar, hingga kendaraan umum tetap bergerak dan tidak menimbulkan penumpukan ekstrem di titik-titik akses utama menuju stadion.
Dengan kekuatan pengamanan gabungan yang disiapkan, aparat berharap laga penutup musim Arema FC dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi pesta sepak bola yang damai bagi seluruh pendukung Singo Edan.




















