DaerahPemerintahan

WBBM Dispendukcapil Bukan Garis Finish, Wahyu Tuntut Pelayanan Publik Makin Berkelas

15
×

WBBM Dispendukcapil Bukan Garis Finish, Wahyu Tuntut Pelayanan Publik Makin Berkelas

Share this article
WBBM Dispendukcapil Bukan Garis Finish, Wahyu Tuntut Pelayanan Publik Makin Berkelas
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyerahkan piagam penghargaan WBBM kepada Kepala Dispendukcapil Kota Malang Dahliana Lusi Ratnasari saat Apel ASN di halaman Balai Kota Malang.(Foto:sudutkota.id/Andik Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang mendapat apresiasi dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Namun, penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) itu ditegaskan bukan sebagai titik akhir. Justru, predikat tersebut menjadi tuntutan baru agar kualitas pelayanan publik benar-benar semakin dirasakan masyarakat.

Wahyu menyerahkan langsung piagam penghargaan WBBM kepada Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Dahliana Lusi Ratnasari, dalam rangkaian Apel ASN Pemerintah Kota Malang di halaman Balai Kota Malang, Senin (7/9/2026).

Menurut Wahyu, capaian tersebut menunjukkan adanya proses pembenahan birokrasi yang menghasilkan prestasi. Tetapi, penghargaan tidak boleh berhenti sebagai simbol administratif atau sekadar menjadi kebanggaan internal perangkat daerah.

“Predikat WBBM ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi di Kota Malang terus berjalan dan memberikan hasil nyata. Pelayanan publik harus semakin mudah, cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegas Wahyu.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dispendukcapil yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam membangun pelayanan publik yang lebih berkualitas.

Meski demikian, Wahyu mengingatkan agar capaian WBBM tidak membuat jajaran Dispendukcapil berpuas diri. Evaluasi dan inovasi harus terus dilakukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga sekaligus meningkat.

“Penghargaan ini harus menjadi penyemangat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus diarahkan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang. Wahyu mendorong keberhasilan Dispendukcapil menjadi contoh yang bisa ditiru, bukan berhenti sebagai prestasi satu organisasi perangkat daerah.

Menurutnya, budaya birokrasi yang bersih dan pelayanan yang berorientasi kepada masyarakat harus dibangun secara menyeluruh. Masing-masing perangkat daerah diminta terus melakukan pembenahan sesuai karakteristik pelayanan yang diberikan.

“Semangat dan komitmen Dispendukcapil ini patut menjadi inspirasi bagi seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Capaian ini bukan hanya prestasi satu perangkat daerah, tetapi menjadi dorongan bagi kita semua untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Wahyu menegaskan, substansi reformasi birokrasi pada akhirnya harus diukur dari manfaat yang diterima warga. Penghargaan maupun predikat hanya menjadi salah satu indikator, sementara kepuasan dan kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan menjadi ukuran yang lebih penting.

Karena itu, ia meminta jajaran Pemkot Malang memperkuat integritas, profesionalitas aparatur serta memastikan pelayanan berjalan mudah, cepat, transparan dan responsif

“Ukuran keberhasilan birokrasi bukan hanya seberapa banyak penghargaan yang kita raih, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *