SIDOARJO, Sudutkota.id – Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Wonoayu, H. Ir. Anas Dimyati, secara resmi membuka Musyawarah Ranting (Musran) NU Desa Semambung periode 2026-2031, pada Minggu (6/9/2026) pagi di Masjid Baitul Muttaqin Desa Semambung.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU, Kepala Desa Semambung, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus Ranting NU, para Kiai, Ustadz, serta Banom NU setempat.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonoayu, H. Ir. Anas Dimyati, menekankan pentingnya ketaatan terhadap tertib organisasi.
Musran yang digelar lima tahun sekali ini disebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan perintah organisasi yang wajib memenuhi asas transparansi dan kelengkapan administrasi sesuai AD/ART, Pedoman Organisasi (PO), Peraturan Perkumpulan (Perkum), serta Peraturan PBNU.
Sesuai aturan organisasi, kata Ketua MWC NU Wonoayu bahwa keberadaan Ranting NU harus didukung dengan administrasi yang jelas, mulai dari pengajuan, pembentukan panitia, daftar hadir, hingga dokumentasi serta publikasi.
“Ini menjadi syarat mutlak dalam penerbitan Surat Keputusan (SK) Pengurus Ranting,” ujar Abah Anas, Ketua MWC NU Wonoayu yang akrab disapa.
Selain penataan administrasi, menurut Abah Anas, poin penting yang disorot dalam Musran kali ini adalah pendorongan regenerasi kepemimpinan.
Ia juga menghimbau agar jajaran pengurus Ranting NU Semambung memberikan kesempatan bagi kader-kader muda untuk tampil dan memegang estafet kepemimpinan di tingkat desa.
Pasalnya, hal ini dimaksudkan agar para tokoh senior dapat difokuskan untuk mengemban amanah di tingkat yang lebih tinggi, seperti di kepengurusan MWCNU Wonoayu.
Apresiasi juga disampaikan oleh Abah Anas atas sinergi panitia Musran NU Semambung yang selama ini terjalin antara NU Semambung dengan Pemerintah Desa setempat.
Rangkaian acara diawali dengan doa dan secara resmi dibuka oleh perwakilan MWCNU Wonoayu pada pukul 09.31 WIB, ditandai dengan bacaan basmalah dan permohonan keberkahan bagi keberlangsungan Nahdlatul Ulama di Desa Semambung.





















