Daerah

Tiga Bulan Digembleng, Paskibraka Kota Malang Disiapkan Tak Sekadar Baris-Berbaris

35
×

Tiga Bulan Digembleng, Paskibraka Kota Malang Disiapkan Tak Sekadar Baris-Berbaris

Share this article
Tiga Bulan Digembleng, Paskibraka Kota Malang Disiapkan Tak Sekadar Baris-Berbaris
Kalaksa Bakesbangpol Kota Malang, Noer Rahman Wijaya saat memberikan keterangan terkait proses pembinaan dan pelatihan Paskibraka Kota Malang 2026.(Foto:sudutkota.id/Andik Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Malang tidak berhenti pada kemampuan baris-berbaris dan kesiapan fisik.

Selama kurang lebih tiga bulan, para calon Paskibraka ditempa melalui rangkaian pelatihan yang juga diarahkan untuk membangun karakter, ideologi, disiplin, serta wawasan kebangsaan, Sabtu (15/8/2026) sore.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, seusai rangkaian pengukuhan Paskibraka Kota Malang 2026.

Menurut Noer, proses pembentukan Paskibraka telah dimulai sejak tahapan seleksi pada April 2026. Selama tiga bulan, para peserta mendapatkan gemblengan intensif sebagai persiapan menjalankan tugas negara pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Mulai seleksi, mulai bulan April kita lakukan sampai dengan tiga bulan. Tentunya kita gembleng teman-teman, khususnya yang merupakan Paskibraka ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelatihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Fokus, ketahanan fisik, kedisiplinan dan kesiapan mental menjadi bagian penting yang terus dibentuk selama masa pembinaan.

Para Paskibraka juga menjalani pola pembinaan yang cukup ketat. Mereka tidak hanya mengikuti latihan fisik dan baris-berbaris, tetapi juga menjalani kegiatan lain selama berada di mes sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

“Banyak kegiatan selain kegiatan fisik, berkaitan dengan baris-berbaris dan yang lainnya. Ada kegiatan-kegiatan lain yang disiapkan untuk mewujudkan karakter yang kuat, ideologi, serta wawasan kebangsaan,” jelas Noer.

Ia berharap seluruh proses panjang tersebut dapat menjadi bekal bagi para Paskibraka untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Bagi Noer, keberhasilan Paskibraka bukan hanya diukur dari sempurnanya pelaksanaan upacara, tetapi juga dari sikap dan perilaku mereka setelah masa tugas berakhir.

Sebab, status sebagai Paskibraka Kota Malang diharapkan menjadi pengalaman sekaligus modal positif bagi para pelajar untuk melanjutkan pendidikan maupun menapaki jenjang kehidupan berikutnya.

“Tidak habis sampai dengan dipilihnya menjadi Paskibraka Kota Malang. Teman-teman ini juga harus mempunyai karakter maupun perilaku yang baik setelah Paskibraka ini dibubarkan,” tegasnya.

Noer juga menyebut, menjadi Paskibraka memberikan kesempatan sekaligus bentuk penghargaan bagi para peserta. Pengalaman tersebut dapat menjadi catatan prestasi yang melekat pada perjalanan pendidikan mereka.

Menurutnya, kesempatan yang dimiliki para Paskibraka setara dengan jalur penghargaan yang diberikan kepada kelompok berprestasi lainnya, termasuk atlet, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini merupakan suatu penghargaan yang diterima oleh mereka sekaligus dicatatkan sebagai Paskibraka Kota Malang,” katanya.

Lebih jauh, Bakesbangpol Kota Malang juga mendorong agar pembinaan Paskibraka ke depan semakin berkualitas. Evaluasi terhadap proses seleksi dan pembinaan menjadi penting agar Kota Malang mampu melahirkan Paskibraka yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat.

Noer mengatakan, pihaknya akan berupaya melakukan seleksi secara lebih baik untuk menemukan calon-calon terbaik yang nantinya dapat membawa nama Kota Malang pada jenjang yang lebih tinggi.

“Jadi kita akan mencoba untuk melakukan seleksi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Paskibraka kemudian ditutup dengan agenda pembubaran dan malam tasyakuran. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya masa tugas sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai kedisiplinan, kebangsaan dan karakter yang diperoleh selama pembinaan tidak boleh berhenti setelah tugas Paskibraka selesai.

Noer berharap nilai-nilai tersebut justru dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Wawasan kebangsaan yang sudah dipegang selama Paskibraka ini sampai dibawa pulang,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *