JOMBANG, Sudutkota.id – Jumlah warga sekolah yang mengalami dugaan keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, bertambah menjadi 259 orang.
Penambahan tiga kasus tersebut terjadi pada Kamis (3/9/2026) sore. Dari total 259 warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan, 3 orang masih menjalani perawatan di puskesmas hingga Jumat (4/9/2026) pagi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widjaja mengatakan, sebelumnya terdapat 256 orang yang terdata mengalami keluhan kesehatan. Kemudian, tiga pasien kembali masuk dan menjalani rawat inap pada Kamis sore.
“Yang kemarin ada tambahan lagi yang opname kemarin sore, masuk lagi tiga. Sehingga yang opname jadi 10,” ujar Hexawan, Jumat (4/9/2026).
Ia menegaskan dari 10 pasien yang sempat menjalani rawat inap, 7 orang telah diperbolehkan pulang pada Jumat pagi setelah kondisi mereka membaik.
Sebelumnya, sambung Hexa, mereka mendapat observasi dan tambahan cairan atau rehidrasi karena mengalami lemas. “Tadi pagi sudah dilakukan visitasi sama dokternya, tujuh boleh pulang,” katanya.
Dengan demikian, saat ini tersisa 3 pasien yang masih menjalani perawatan. Ketiganya masih mengalami diare cukup sering disertai mual. “Masih diare sekali dan kemudian masih mual-mual saja,” jelas Hexawan.
Hexawan menjelaskan, jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan masih dapat berubah karena pendataan terus berjalan. “Sebagian warga sekolah memilih berobat secara mandiri sehingga tidak langsung tercatat dalam data fasilitas kesehatan,” tuturnya.
Sebelumnya, dari 256 orang yang terdata, sebanyak 175 orang merupakan warga sekolah yang berobat secara mandiri berdasarkan pendataan pihak sekolah. Selain itu, terdapat warga sekolah yang mendapat penanganan rawat jalan di puskesmas maupun klinik.
“Data itu bergerak terus. Kemarin waktu kita ngomong 256, ternyata sore ada laporan lagi yang masuk di Ploso untuk rawat jalan, kemudian yang opname di Kabuh tambah tiga,” ujar Hexawan.
Ia menyebut Dinkes Jombang masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami warga SMPN 1 Kabuh.
Sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium. “Sampel tersebut meliputi nasi, sayuran, udang berbumbu saus padang, dan pepaya. Selain makanan, sampel air juga ikut diperiksa,” paparnya.
Dinkes juga menelusuri kemungkinan adanya perbedaan batch atau waktu memasak makanan yang dibagikan kepada warga sekolah.
Sejauh ini, keluhan kesehatan yang terindikasi ditemukan terkonsentrasi di SMPN 1 Kabuh. “Untuk saat ini yang terindikasi ke SMP Negeri 1 Kabuh,” kata Hexawan.
Penyebab pasti dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Sementara terkait kemungkinan penghentian sementara atau suspend SPPG yang memasok makanan MBG, Hexawan menegaskan kewenangan tersebut berada pada Badan Gizi Nasional (BGN). “Suspend itu hak sepenuhnya pihak BGN, bukan Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Hingga Jumat (4/9/2026) pagi, total terdapat 259 warga sekolah SMPN 1 Kabuh yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan MBG. Tiga orang masih menjalani perawatan, sedangkan tujuh pasien lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang bakal mengevaluasi kembali Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan bergizi gratis (MBG) ke SMPN 1 Kabuh.
Evaluasi dilakukan setelah sebanyak 256 warga sekolah, termasuk siswa dan guru, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan MBG. Data tersebut merupakan hasil validasi Dinkes Jombang hingga Kamis (3/9/2026).
Kepala Dinkes Jombang dr Hexa mengatakan, evaluasi SLHS dilakukan untuk memastikan penerapan standar higiene dan sanitasi di dapur SPPG sesuai dengan ketentuan.
“Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” ujar Hexa, Kamis (3/9/2026).
Selain mengevaluasi standar higiene dan sanitasi, petugas Dinkes Jombang juga mengambil sejumlah sampel dari dapur SPPG untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya keluhan kesehatan di SMPN 1 Kabuh.
Sampel yang diambil meliputi sayuran, udang berbumbu saus padang, nasi, dan pepaya. Petugas juga mengambil sampel air yang digunakan di dapur SPPG.
“Airnya juga, karena kemarin ternyata mengambil air dari isi ulang tetangga sebelah,” katanya.
Seluruh sampel tersebut selanjutnya dikirim ke BLK Surabaya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.





















