Daerah

Anggaran Terbatas, Atlet Pencak Silat Blora Absen di POPDA Jateng 2026

10
×

Anggaran Terbatas, Atlet Pencak Silat Blora Absen di POPDA Jateng 2026

Share this article
Anggaran Terbatas, Atlet Pencak Silat Blora Absen di POPDA Jateng 2026
Kantor Dinporabudpar Kabupaten Blora. (foto: Sudutkota.id/Farros

BLORA, Sudutkota.id – Atlet pencak silat usia pelajar Kabupaten Blora dipastikan tidak ambil bagian dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026. Absennya salah satu cabang olahraga (Cabor) yang selama ini rutin mengikuti ajang tersebut terjadi di tengah keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.

Kabid Pemuda dan Olahraga Dinporabudpar Blora, Susilo, mengatakan pemberangkatan kontingen Blora pada POPDA Jateng tahun ini sebagian besar dilakukan secara mandiri oleh masing-masing cabor.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat Dinporabudpar harus memprioritaskan Cabor yang dinilai memiliki peluang besar untuk meraih medali.

“Kemarin atlet yang berangkat banyak difasilitasi oleh Cabor secara mandiri. Karena keterbatasan anggaran, jadi kita hanya fokuskan untuk Cabor yang berpeluang mendapatkan medali,” ujar Susilo, Kamis (3/9/2026).

Susilo menjelaskan, efisiensi anggaran turut berdampak terhadap dukungan Pemkab dalam kepesertaan POPDA. Tahun ini, Pemkab hanya memfasilitasi lima cabor unggulan, yakni dayung, angkat besi, panjat tebing, menembak, dan atletik.

Sementara Cabor lainnya tetap mendapatkan dukungan, namun dengan nominal yang terbatas sehingga mayoritas harus memberangkatkan atlet secara mandiri.

“Untuk Cabor yang lainnya tetap kita berikan support secara merata dengan nominal yang sangat minim, dan mayoritas Cabor berangkat secara mandiri,” katanya.

Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Susilo menyebut, ketika anggaran masih memadai, Pemkab mampu menggelar seleksi tingkat kabupaten untuk seluruh Cabor hingga memberangkatkan atlet ke tingkat provinsi.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, kita mampu mengadakan seleksi tingkat kabupaten untuk semua cabor sampai dengan memberangkatkan peserta ke tingkat provinsi. Sebab anggarannya cukup memadai yaitu sebesar Rp600 juta,” sambungnya.

IPSI Blora Disebut Memilih Tidak Berangkat

Terkait absennya pencak silat dalam POPDA Jateng 2026, Susilo mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Blora.

Dinporabudpar, kata dia, telah menawarkan bantuan berupa pemenuhan administrasi dan dukungan anggaran meski terbatas. Namun, IPSI Blora disebut memutuskan untuk tidak mengirimkan atletnya.

“Sudah kita tawarkan bantuan administrasi dan ada support sedikit dari Pemkab, karena keterbatasan tadi. Namun pihak IPSI menyatakan tidak ikut dalam POPDA tahun ini,” ungkap Susilo.

Di sisi lain, anggota IPSI Blora bidang organisasi, Rengga Wahana, mengaku tidak mengetahui keputusan terkait tidak dikirimkannya atlet pencak silat Blora ke POPDA Jateng tahun ini.

Menurut Rengga, keputusan tersebut merupakan kewenangan ketua IPSI Blora. Namun, ia menyayangkan absennya atlet pencak silat Blora dari ajang yang selama ini rutin diikuti.

“Kalau keputusan itu menjadi otoritas ketua IPSI Blora. Namun bila melihat antusias pelajar di Blora terhadap budaya pencak silat sangat tinggi, ini sangat disayangkan. Absennya pencak silat dari Blora semoga tidak terulang pada event lainnya,” terang Rengga.

Hibah KONI Rp5,4 Miliar

Sementara itu, Susilo menyebut Pemkab Blora tahun ini mengalokasikan hibah sekitar Rp5,4 miliar kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora.

Dana tersebut digunakan untuk pembinaan 47 Cabor serta mendukung persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

“Ada hibah Rp5,4 miliar, digunakan untuk pembinaan 47 Cabor dan untuk kegiatan Porprov tahun ini,” jelasnya.

Menurut Susilo, kondisi kepesertaan pada Porprov berbeda dengan POPDA. Untuk Porprov Jateng 2026, jumlah cabor yang mengikuti dipastikan lebih banyak karena kebutuhan atlet akan diakomodasi oleh KONI Blora.

“Porprov dipastikan lebih banyak, bahkan pencak silat dipastikan ikut,” katanya.

Sebagai informasi, Kabupaten Blora mengirimkan sebanyak 213 atlet dari 17 cabor dalam POPDA Jateng 2026. Cabor tersebut di antaranya dayung, atletik, angkat besi, menembak, voli indoor, voli pasir, wushu, tinju, karate, renang, judo, taekwondo, tenis meja, panjat tebing, bulu tangkis, panahan, dan gulat.

Namun, di tengah 213 atlet yang dikirim, pencak silat yang selama ini menjadi salah satu Cabor yang rutin tampil di POPDA justru harus absen pada tahun ini.

Absennya atlet pencak silat tersebut menjadi catatan tersendiri di tengah kebijakan efisiensi anggaran olahraga Pemkab Blora, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan pembinaan atlet pelajar dan pemerataan kesempatan bertanding bagi seluruh Cabor di daerah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *