Daerah

Tak Ada Pisah Sambut di Disnaker-PMPTSP, Arif: Tidak Ada Mantan Pejabat, Yang Ada Keluarga Besar

18
×

Tak Ada Pisah Sambut di Disnaker-PMPTSP, Arif: Tidak Ada Mantan Pejabat, Yang Ada Keluarga Besar

Share this article
Tak Ada Pisah Sambut di Disnaker-PMPTSP, Arif: Tidak Ada Mantan Pejabat, Yang Ada Keluarga Besar
Arif Tri Sastyawan (tengah) berfoto bersama keluarga besar Disnaker-PMPTSP Kota Malang dalam acara silaturahmi yang digelar usai menerima amanah baru sebagai Kepala Disporapar Kota Malang, Jumat (7/8/2026).(foto:sudutkota.id/Andik Agus Demit)

Sudutkota.id– Tidak ada suasana haru perpisahan ataupun seremoni pisah sambut saat terjadi pergantian kepemimpinan di Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang.

Sebaliknya, yang terlihat justru suasana hangat penuh kekeluargaan dalam sebuah acara silaturahmi yang mempertemukan pegawai aktif, mantan pegawai, hingga aparatur yang telah memasuki masa purna tugas, Jumat (7/8/2026).

Mantan Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa perpindahan jabatan tidak boleh memutus hubungan emosional yang selama ini terbangun di lingkungan organisasi.

“Hari ini saya mengundang teman-teman makan siang. Ini bukan acara perpisahan. Kebetulan ada salah satu staf yang memasuki masa purna tugas, sementara saya juga mendapatkan amanah di tempat yang baru. Jadi momentumnya pas untuk berkumpul bersama,” ujar Arif.

Menurutnya, sejak awal memimpin Disnaker-PMPTSP dirinya selalu menanamkan budaya organisasi yang mengedepankan kekeluargaan dibanding sekadar hubungan formal antara atasan dan bawahan.

“Tidak ada istilah mantan pejabat ataupun mantan staf. Yang ada adalah keluarga besar. Saya ingin tradisi ini terus dijaga. Minimal satu bulan sekali bisa berkumpul bersama, bergantian siapa yang menjadi tuan rumah. Dengan begitu silaturahmi tetap terjalin meskipun sudah bertugas di tempat yang berbeda ataupun telah purna tugas,” katanya.

Arif menilai hubungan emosional yang baik di lingkungan birokrasi memiliki dampak besar terhadap kualitas pelayanan publik. Menurutnya, komunikasi yang terbangun dengan baik akan memudahkan koordinasi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, dan menciptakan suasana kerja yang sehat.

“Kalau silaturahmi terjaga, koordinasi menjadi lebih mudah. Pada akhirnya pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik. Itu yang selalu saya tanamkan kepada seluruh jajaran,” tegasnya.

Ia juga memastikan seluruh program strategis, dokumen pekerjaan, hingga target kinerja telah diserahkan kepada pejabat pelaksana tugas sehingga proses transisi kepemimpinan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Saya optimistis teman-teman tinggal melanjutkan saja. Pondasi program sudah berjalan, tinggal menjaga konsistensi agar target-target yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Malang bisa tercapai sampai akhir tahun,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Arif Tri Sastyawan kini mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang setelah dilantik dalam rotasi pejabat Pemerintah Kota Malang pada akhir Juli 2026. Seiring mutasi tersebut, jabatan definitif Kepala Disnaker-PMPTSP untuk sementara masih kosong.

Untuk menjaga keberlangsungan roda organisasi, Pemerintah Kota Malang menunjuk Sekretaris Disnaker-PMPTSP, Sugeng Prastowo, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang hingga ditetapkannya pejabat definitif.

Di tengah masa transisi tersebut, pelayanan ketenagakerjaan, investasi, perizinan berusaha, hingga berbagai layanan yang terintegrasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) dipastikan tetap berjalan normal. Bahkan berdasarkan laporan internal, realisasi investasi Kota Malang hingga Triwulan II Tahun 2026 telah mencapai 63 persen dari target tahunan.

Angka tersebut menjadi modal penting bagi Disnaker-PMPTSP untuk mengejar target investasi hingga akhir tahun sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Malang.

Sementara itu, Plt Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Sugeng Prastowo, menegaskan dirinya hanya melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun pendahulunya.

“Tidak ada pisah kenal, tidak ada perpisahan ataupun penyambutan. Siang hari ini tema kita adalah silaturahmi dan keakraban keluarga besar Disnaker PMPTSP,” ujarnya.

Sugeng mengatakan budaya kekeluargaan yang telah dibangun Arif Tri Sastyawan akan terus dipertahankan sebagai identitas organisasi.

“Kami ingin melanjutkan tradisi yang telah dimulai Pak Arif. Insyaallah siapa pun nanti yang memimpin Disnaker PMPTSP harus mengupayakan agar keluarga besar ini bisa terus berkumpul. Keakraban dan kekeluargaan harus tetap terjaga,” katanya.

Ia bahkan meminta seluruh pegawai tidak terlalu mempersoalkan jabatan.

“Saya hanya melanjutkan tugas dari Pak Arif. Jadi kalau ada yang memanggil jabatan saya, mungkin saya tidak akan menoleh. Tapi kalau memanggil nama saya, baru saya menoleh. Hari ini tidak ada kata jabatan. Kita semua adalah keluarga besar Disnaker PMPTSP,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Sugeng menyampaikan terima kasih kepada Arif Tri Sastyawan atas kepemimpinan, bimbingan, dan arahannya selama memimpin Disnaker-PMPTSP. Ia berharap seluruh jajaran tetap solid sehingga target investasi, pelayanan perizinan, pelayanan ketenagakerjaan, dan berbagai program strategis lainnya dapat dituntaskan sesuai target Pemerintah Kota Malang pada tahun 2026.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *